Pergerakan Rupiah Kembali Dibayangi Ketidakpastian Perang Dagang

- Pewarta

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan Rupiah Kembali Dibayangi Ketidakpastian Perang Dagang

Mediaemiten.com, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore (11/12/20180tertekan sebesar 75 poin ke posisi Rp14.624 dibandingkan sebelumnya Rp14.549 per dolar AS.

Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong di Jakarta, Selasa (11/12/2018)mengatakan bahwa sentimen yang datang dari eksternal masih menjadi faktor utama bagi pelemahan mata uang rupiah.

BACA JUGA : Rupiah Selasa Pagi Melemah, Tembus RP14.600

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mata uang negara berkembang, termasuk rupiah masih dipengaruhi ketidakpastian perang dagang. Kondisi itu membuat pelaku pasar mengalihkan dananya ke aset yang lebih likuid, dalam hal ini dolar AS,” ujarnya.

Menurut dia, mata uang di negara berkembang menjadi kurang diminati mengingat dampak perang dagang dikhawatirkan mempengaruhi perekonomian global.

“Meski data ekonomi Amerika Serikat cenderung melambat dan sinyal the Fed yang dovish terhadap suku bunga tidak membuat dolar AS menjadi tertekan, hal itu dikarenakan mata uang Amerikak Serikat itu dinilai sebagai aset yang likuid,” ucapnya.

Ia menambahkan sentimen dari dalam negeri mengenai defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) juga masih menjadi beban bagi fluktuasi rupiah.

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail menambahkan dolar AS juga mengalami penguatan terhadap mayoritas mata uang dunia karena dipengaruhi ketidakpastian terhadap prospek ekonomi Eropa dan Inggris.

“Dolar AS kembali menjadi ‘safe heaven’ di tengah ketidakpastian tersebut. Menguatnya dolar AS di pasar global itu kembali menekan rupiah pada hari ini,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (11/12), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.613 dibanding sebelumnya (10/12) di posisi Rp14.517 per dolar AS. (zub)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru