Pemerintah Wajib Ambil Langkah Revolusioner Lindungi Dokter

- Pewarta

Rabu, 2 September 2020 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Wajib Ambil Langkah Revolusioner Lindungi Dokter

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah mengambil langkah revolusioner dan eksponensial agar dapat menekan jumlah dokter dan tenaga kesehatan yang gugur. Hal ini dikatakannya menanggapi tingginya jumlah dokter dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menjalankan tugas menangani pasien Covid-19.

Ia mengatakan, kehilangan  dokter dan tenaga kesehatan adalah kehilangan aset besar bangsa. Sementara, penambahan orang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah dan sama sekali belum menunjukkan tren penurunan secara nasional sejak kasus pertama diumumkan awal Maret silam. Berdasarkan data dari Pandemic Talks menyebut Indeks Pengaruh Kematian Nakes (IPKN) akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 223, yang berarti memiliki dampak kematian Nakes terburuk di dunia.

”Ini bukan ‘alarm kebakaran’ lagi, ini sudah ‘alarm tsunami’. Semua komponen bangsa harus bangun dari zona amannya, bahwa seolah kita tidak apa-apa, bahwa ekonomi jauh lebih penting dari kesehatan. Jangan lagi Pemerintah menyebut wafatnya nakes kita karena tidak disiplin. Adakah empati disana?” ujarnya dalam siaran pers, baru baru ini. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Legislator Fraksi PKS itu  mengingatkan saat ini daya tampung rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19 sudah penuh. Jakarta merilis per Jumat 28 Agustus 2020 kapasitas ruang isolasi dan ICU di RS rujukan sudah terisi 70 persen. “Dokter dan perawat terus berguguran dan kapasitas ruang perawatan Covid hampir penuh 100 persen. Bisa dibayangkan apa yang selanjutnya terjadi? Italia yang pada awalnya sangat tinggi korban Covid-19, saat sudah berangsur turun, tapi kita masih terus menanjak,” terangnya. 

Media luar dan dunia internasional menempatkan penanganan Covid-19 di Indonesia dalam lima terburuk di dunia. Mufida mengingatkan, penilaian itu terkonfirmasi dengan data-data yang sudah ia paparkan sebelumnya terkait belum turunnya kurva kasus konfirmasi positif, rasio kematian tenaga kerja kesehatah yang termasuk tinggi di dunia dan mulai penuhnya kapasitas rumah sakit.

“Di sinilah jiwa kepemimpinan seorang kepala negara sekaligus kepala pemerintahan diuji. Apakah benar-benar seluruh jajaran melaksanakan semua arahan dan keberpihakannya terhadap pemulihan penyakit ini. Kami minta dengan segala hormat, Bapak Presiden Republik Indonesia melakukan langkah-langkah yang nyata untuk menyelamatkan nyawa anak bangsa,” pungkasnya. (dpr)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru