Pemerintah Dukung BUMN Lewat Program PEN di Masa Pandemi Covid-19

- Pewarta

Jumat, 12 Juni 2020 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Dukung BUMN Lewat Program PEN di Masa Pandemi Covid-19

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemerintah memberikan urgensi dukungan kepada BUMN agar bertahan dalam masa pandemi COVID-19 lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Total anggaran PEN melalui BUMN adalah Rp42,07 triliun.

Dampak COVID-19 terhadap BUMN dari sisi supply (penawaran) adalah membuat pasokan baku terganggu dan supply tidak terserap. Dari sisi demand (permintaan), COVID-19 mengakibatkan penurunan daya beli akibat penurunan permintaan yang otomatis juga mengakibatkan penjualan (sales) turun drastis. Sedangkan dari sisi operasional, perusahaan BUMN mengurangi aktivitasnya dengan pembatasan, bahkan penghentian operasional. Padahal di satu sisi, BUMN juga ada yang diperlukan perannya untuk penanggulangan COVID-19. Pada sisi finansial, BUMN juga tidak imun terhadap penunggakan pembayaran kepada vendor karena sudah terikat kontrak, maka terjadi kenaikan eksposure pinjaman sehingga mengakibatkan penurunan likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas.

Pemerintah telah memetakan urgensi BUMN yang perlu didukung karena terdampak COVID-19 dengan kriteria memiliki pengaruh terhadap hajat hidup orang banyak, peran sovereign yang dijalankan BUMN, eksposur terhadap sistem keuangan, total aset yang dimiliki serta kepemilikan pemerintah yang signifikan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kriterianya harus jelas. Pertama, pengaruh terhadap hajat hidup masyarakat itu besar, apakah ada peran sovereignity seperti Pertamina, eksposure terhadap sistem keuangan, kepemilikan pemerintah seperti apa,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Febrio Kacaribu pada Kamis, (4/6/2020) di Jakarta pada acara Tanya BKF virtual bertema Program Pemulihan Ekonomi Nasional dan Isu Fiskal Lainnya.

Adapun BUMN yang akan dibantu adalah PLN untuk subsidi diskon listrik 450 VA dan 900 VA, PT Hutama Karya untuk jalan tol Trans Sumatera dan Proyek Strategis Nasional (PSN), PT KAI untuk kewajiban pelayanan publik / Public Service Obligation (PSO), PTPN untuk program Padat Karya, Bahana (PT BPUI) untuk penjaminan modal kerja yang dilakukan Askrindo dan Jamkrindo, Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk UMKM dan UMi, Perumnas, PT Pertamina, PT Garuda, PT Krakatau Steel, dan ITDC. (keu)

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru