OJK Nyatakan Industri Perbankan Butuh Penguatan Modal agar Makin Kompetitif

- Pewarta

Rabu, 24 Oktober 2018 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Slamet Edy Poernomo menilai industri perbankan nasional perlu penguatan modal agar semakin kompetitif.

Menurut Slamet di Jakarta, Selasa (23/10/2018), penguatan modal perbankan tersebut diperlukan dalam menghadapi era suku bunga tinggi saat ini.

“OJK mendukung dilakukannya konsolidasi perbankan dalam rangka penguatan modal perbankan tersebut,” ujar Slamet.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan, konsolidasi perbankan dapat dilakukan dengan merjer ataupun akuisisi. Dalam setahun terakhir, OJK sendiri sudah melakukan penilaian (assesment) terhadap kondisi masing-masing bank, apakah perlu dilakukan konsolidasi atau tidak.

“Kita mau mengarahkan. Kan kita tidak mungkin mengurangi jumlah bank, tapi kalau ada yang mau merjer, kita dorong,” ujar Slamet.

Konsolidasi perbankan, lanjutnya, juga dapat memudahkan tugas OJK dalam mengatur dan mengawasi industri perbankan, didukung dengan teknologi yang semakin berkembang.

“Kan kontrolnya jadi lebih enak. Jadi yang kita awasi yang bank gedenya saja, karena bank kecilnya uda termasuk di dalamnya. Jadi isunya ke depan, dengan konsolidasi semakin ada penguatan modal, itu bisa dengan merjer, bisa dengan akuisisi,” kata Slamet.

Sementara itu, ekonom senior Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menuturkan, belajar dari krisis 1998, penguatan permodalan memang satu keniscayaan.

“Apakah bentuknya merjer, akuisisi, atau menambah modal melalui pasar modal, itu pilihan,” ujar Poltak.

Demikian juga terkait sumber permodalan, apakah modal dalam negeri atau modal asing, ia menilai hal tersebut tidak menjadi masalah.

“Mereka sangat diperlukan. Mau kucing hitam atau kucing putih, yang penting bisa menangkap tikus,” katanya. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Huawei Jadi Mitra bagi Ajang GSMA M360 ASEAN 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 00:42 WIB