MEDIA EMITEN – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menyiapkan dana sebanyak-banyaknya Rp1 triliun untuk membeli kembali atau buy back saham beredar di publik mulai tanggal 2 Juni hingga 2 September 2022.
Dalam keterangan resminya, Kamis 2 Juni 2022, disebutkan bahwa pembelian kembali saham diharapkan dapat menstabilkan harga saham dalam kondisi pasar yang fluktuatif, selain memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham Perseroan secara fundamental.
“Pembelian kembali saham Perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengelola modal jangka panjang dimana saham treasuri dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika Perseroan memerlukan penambahan modal,” kata manajemen MTEL.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembelian kembali saham itu tidak butuh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham, karena berlandaskan Pasal 1 angka 1 huruf b POJK 2/2013, yaitu dengan cara menerbitkan SEOJK 3/2020 yang merupakan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan karena kondisi perdagangan sebagaimana dimaksud, OJK telah menetapkan Kondisi Lain.
Disebutkan, pembatasan harga pembelian saham sebesar maksimum Rp 801 per saham. Harga IPO saham MTEL Rp 800 per lembar. Sejak IPO pada 22 November 2021,MTEL sempat menyentuh level Rp 890, tapi kemudian turun 23% selama 6 bulan perdagangan bursa.
Menyusul pengumuman Buyback, harga MTEL naik 3,65% pada penutupan perdagangan Kamis menjadi Rp 710 disertai penjualan oleh investor asing Rp 35,24 miliar di semua pasar.
Jika semua dana yang alokasikan tadi dibelanjakan semua maka aset perseroan menyusut menjadi Rp 56,481 triliun, dari Rp 57,481 triliun per 31 Maret 2022.







