Minyak Melemah, Khawatir Prospek Permintaan

- Pewarta

Kamis, 1 Juni 2023 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak Melemah, Khawatir Prospek Permintaan

Foto ilustrasi: eksplorasi minyak/Dok

MEDIA EMITEN – Harga minyak mentah berjangka melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah kekhawatiran atas prospek permintaan minyak menyusul data yang lemah dari importir minyak utama China dan meningkatnya peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Juni.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun US$1,37 atau 1,97% menjadi US$ 68,09 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli turun 88 sen atau 1,2% menjadiUS$ 72,66 per barel di London ICE Futures Exchange. Sementara Brent untuk pengiriman Agustus turun US$ 1,11 menjadi US$ 72,60 per barel.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga minyak jatuh setelah data China menunjukkan aktivitas manufaktur berkontraksi lebih cepat dari yang diharapkan pada Mei, karena melemahnya permintaan memangkas indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur resmi turun menjadi 48,8 dari 49,2 pada April, tertinggal dari perkiraan 49,4.

Indeks dolar, yang mengukur unit AS terhadap enam mata uang utama saingannya, mendapat dukungan dari pendinginan inflasi Eropa dan kemajuan pada RUU plafon utang bipartisan AS, yang akan diajukan ke DPR untuk diperdebatkan.

“Kami memiliki data China yang lebih lemah dari perkiraan, situasi batas utang, pengeluaran datar selama dua tahun, dan kemungkinan kenaikan suku bunga bulan depan membebani pasar,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho.

Data ekonomi makro dan pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah juga membebani sentimen investor meskipun permintaan minyak mengalami penurunan musiman di musim panas.

Indeks manajer pembelian Chicago yang mengukur kinerja sektor manufaktur dan non-manufaktur di wilayah Chicago turun menjadi 40,4 pada Mei, lebih rendah dari 48,6 pada April dan 47 dari perkiraan konsensus, menurut data yang dikeluarkan oleh Institute for Supply Management (ISM) – Chicago pada Rabu (31/5/2023).

Potensi dampak dari bencana plafon utang AS dan meningkatnya peluang kenaikan Federal Reserve lainnya pada Juni membebani minyak, menurut analis perusahaan riset keuangan AS Sevens Report Research.

Namun, ahli strategi dari UBS mengatakan investor harus kembali ke pasar minyak karena penarikan persediaan yang lebih besar menjadi lebih terlihat di bulan-bulan mendatang.

Permintaan minyak harian rata-rata dunia kemungkinan akan mendekati 102 juta barel pada Juni sementara produksi minyak harian global akan turun kembali menjadi 100 juta barel pada kuartal kedua 2023 dari sekitar 101 juta barel pada kuartal pertama.

Berita Terkait

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terbaru