MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menguat 49,1 poin atau 0,74% ke posisi 6.690,09, meski dibayangi kekhawatiran inflasi panas.
Kenaikan inflasi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan prospek pengetatan The Federal Reserve yang lebih agresif di mana bank sentral diprediksi kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, bahkan hingga 100 basis poin.
Inflasi panas membuka peluang bank sentral di seluruh dunia akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuannya. Di sisi lain, langkah ini akan meningkatkan kekhawatiran resesi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara dari dalam negeri, di tengah perkembangan inflasi, Bank Indonesia memberikan sinyal adanya ruang untuk menaikkan suku bunga acuannya dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal saat ini. Pelaku pasar berharap Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas moneter dalam negeri.
Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan berhasil bertahan di zona hijau.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor terkoreksi dimana sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 0,83%, diikuti sektor properti & real estat dan sektor barang baku masing-masing minus 0,61% dan minus 0,31%.
Sedangkan delapan sektor meningkat dimana sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 2,29%, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen primer masing-masing 0,85% dan 0,64%.
Saham-saham LQ 45 yang mendominasi penguatan yaitu GOTO, ASII, TLKM, UNTR, CPIN. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni ANTM, MDKA, BFIN, TOWR, ICBP.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 911.861 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,66 miliar lembar saham senilai Rp10,66 triliun. Sebanyak 209 saham naik, 295 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia bergerak variatif, antara lain indeks Nikkei menguat 164,62 poin atau 0,62% ke 26.643,39, indeks Hang Seng turun 46,74 poin atau 0,22% ke 20.751,21, dan indeks Straits Times terkoreksi 35,64 poin atau 1,14% ke 3.093,05.






