Meski Inflasi Panas, IHSG Berhasil Menguat 0,74%

- Pewarta

Kamis, 14 Juli 2022 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meski Inflasi Panas, IHSG Berhasil Menguat 0,74%

Foto ilustrasi: Monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia/Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menguat 49,1 poin atau 0,74% ke posisi 6.690,09, meski dibayangi kekhawatiran inflasi panas.

Kenaikan inflasi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan prospek pengetatan The Federal Reserve yang lebih agresif di mana bank sentral diprediksi kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, bahkan hingga 100 basis poin.

Inflasi panas membuka peluang bank sentral di seluruh dunia akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuannya. Di sisi lain, langkah ini akan meningkatkan kekhawatiran resesi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara dari dalam negeri, di tengah perkembangan inflasi, Bank Indonesia memberikan sinyal adanya ruang untuk menaikkan suku bunga acuannya dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal saat ini. Pelaku pasar berharap Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas moneter dalam negeri.

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat dan berhasil bertahan di zona hijau.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor terkoreksi dimana sektor keuangan turun paling dalam yaitu minus 0,83%, diikuti sektor properti & real estat dan sektor barang baku masing-masing minus 0,61% dan minus 0,31%.

Sedangkan delapan sektor meningkat dimana sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 2,29%, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen primer masing-masing 0,85% dan 0,64%.

Saham-saham LQ 45 yang mendominasi penguatan yaitu GOTO, ASII, TLKM, UNTR, CPIN. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni ANTM, MDKA, BFIN, TOWR, ICBP.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 911.861 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,66 miliar lembar saham senilai Rp10,66 triliun. Sebanyak 209 saham naik, 295 saham menurun, dan 177 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia bergerak variatif, antara lain indeks Nikkei menguat 164,62 poin atau 0,62% ke 26.643,39, indeks Hang Seng turun 46,74 poin atau 0,22% ke 20.751,21, dan indeks Straits Times terkoreksi 35,64 poin atau 1,14% ke 3.093,05.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru