Menteri Edhy Ingin Jamin Kesejahteraan Nelayan Kecil, Caranya?

- Pewarta

Jumat, 26 Juni 2020 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Edhy Ingin Jamin Kesejahteraan Nelayan Kecil, Caranya?

Mediaemiten.com, Jakarta – Selamat di laut, sejahtera di darat. Itulah concern Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam memperjuangkan nasib nelayan di tanah air. Ia ingin menjamin keselamatan nelayan saat melaut, sekaligus memastikan tangkapan mereka melimpah ruah dan tentunya terserap maksimal di pasar.

Hari ini (25/6/2020) Menteri Edhy mengunjungi perusahaan peranti teknologi yang memproduksi peralatan smart fishing, seperti alat monitoring dan pengawasan kapal perikanan, khusus untuk kapal-kapal kecil berkapasitas di bawah 30 gross ton (GT), bernama Vessel Multi Aids (VMA).

Seperti halnya perangkat surveilans yang digunakan kapal-kapal bermuatan di atas 30 GT (VMS), VMA juga memiliki fungsi serupa. Perbedaan mencoloknya berada pada transmiternya. VMS berbasis satelit sementara VMA berbasis gelombang radio (VHF).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya pikir ini potensi yang baik untuk kita sampaikan ke nelayan. Karena selama ini nelayan kita melaut belum ada jaminan keamanan yang pasti tentang bagaimana perolehan ikannya, bagaimana keamanan dia di laut. Ini PR kami yang akan segera kami laksanakan,” kata Menteri Edhy di Kantor PT Unggul Cipta Teknologi, Cikande, Serang, Banten, Kamis (25/6/2020).

Menteri Edhy berharap, teknologi ini bisa menjadi solusi untuk nelayan kecil dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Sebab selain sebagai alat monitoring, VMA juga telah menyediakan teknologi pendeteksi daerah penangkapan ikan.

“Teknologi ini akan memberi kepastian kepada keluarga (nelayan) dan hasil tangkapannya juga akan diketahui berapa (jumlahnya),” sambung Edhy.

Dengan telah diketahuinya keberadaan ikan, lanjutnya, nelayan di tengah laut juga bisa melaporkan kepada nelayan di daerah lain. Tujuan akhirnya, data potensi ikan di seluruh Indonesia dapat diketahui dan tidak terjadi disparitas produksi yang akan berdampak buruk pada serapan dan anjloknya harga.

“Intinya pendapatan nelayan kita akan bisa ditingkatkan dan yang paling penting keselamatan jiwa dan raganya,” ujarnya.

“Yang jelas nelayan enggak harus beli (alat ini). Kita yang akan beli dan akan bagikan ke nelayan. Saya engak mau teknologi ini sekadar untuk PR, atau untuk opini ngomong baik tapi faktanya tidak. Karena Pak Presiden tidak suka dengan anak buahnya yang hanya menyenangkan,” tutup Menteri Edhy. (kkp)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru