MEDIA EMITEN – Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi Covid-19, PT Pertamina Power Indonesia (PPI) atau dikenal dengan Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) mampu membukukan laba bersih positif pada tahun 2020, yaitu sebesar USD14 Juta.
Raiha ini 9% lebih tinggi dibandingkan laba bersih tahun 2019.
Kinerja finansial dan operasional PPI stand alone secara umum positif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Kinerja Moncer, Pertamina Cetak Laba Bersih Rp 15 Triliun
Pada kinerja finansial, pendapatan usaha yang dibukukan sebesar US$ 2,1 Juta atau meningkat 371% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan signifikan ini dikontribusikan dari beroperasinya PLTBg Sei Mangkei dan PLTS Kwala Sawit dan Pagar Merbau.
Dannif Danusaputro, Chief Executive Officer PNRE.mengatakan tahun 2020 adalah tahun yang sangat menantang hampir bagi semua industri, di mana ekonomi secara global mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19.
Baca Juga:
Dahua Technology Hadirkan Solusi Hunian Cerdas Terintegrasi di IFA Berlin 2026
Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League
Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026
“Namun patut disyukuri bahwa PNRE mampu membukukan laba bersih positif, bahkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Ini semua tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran perwira PNRE,” kata Dannif dalam keterangan tertulis dikutip mediaemiten.com dari laman pertamina.com.
Capaian positif juga ditunjukkan oleh kinerja operasional tahun 2020 di mana PNRE berhasil meningkatkan produksi listrik hingga 695% dibanding tahun sebelumnya.
Dikatakan kapasitas terpasang pembangkit listrik juga bertambah sebesar 8,02 MW yang dikontribusikan dari Pembangkit Listrik tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei, PLTBg Pagar Merbau, pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Dumai, PLTS Cilacap, serta PLTS SPBU Pertamina.
Kinerja operasi yang positif tersebut juga didukung dengan kinerja HSSE yang cemerlang.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Menurutnya, pada tahun 2020, PNRE mencatatkan total 24.693.135 jam kerja aman tanpa kecelakaan.
Simak Juga: Kemenkeu: Reformasi Investasi Tingkatkan Daya Saing dan Dorong Pemulihan Ekonomi
“Di bisnis energi yang berisiko tinggi, capaian kinerja HSSE tersebut wajib diapresiasi. PNRE berkomitmen tinggi untuk mewujudkan zero accident dalam operasionalnya,” tutur Dannif.
Sebagai bagian dari program Transformasi BUMN, pada Juni 2020, PPI diberi amanah untuk menjadi sub-holding Pertamina di bidang power dan new renewable energy (PNRE) yang visinya adalah memimpin transisi energi di Indonesia melalui inovasi energi bersih.
Termasuk dalam sub-holding ini adalah Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan Jawa Satu Power (JSP).
Selain itu, PNRE memiliki sejumlah proyek-proyek pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), antara lain PLTBg dan PLTS di sejumlah wilayah di Indonesia.
Baca Juga:
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
Proyek-proyek EBT yang sudah dioperasikan oleh PNRE antara lain PLTS Badak 4 MW, Operation & Maintenance (O&M) PLTBg Kwala Sawit dan Pagar Merbau, dan PLTBg Sei Mangkei sebesar 2,4 MW.
Sedangkan beberapa proyek yang saat ini tengah berjalan antara lain PLTGU Jawa-1 dengan kapasitas 1.760 MW, PLTS RU IV Cilacap berkapasitas 1,3 MW, PLTS RU II Dumai dengan kapasitas 2 MW, PLTS Sei Mangkei dengan kapasitas 2 MW yang bertujuan untuk memasok kelistrikan bagi tenant yang berada Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.
Untuk mendukung Bauran Energi Nasional 23 persen pada tahun 2025, PNRE berkomitmen untuk menjadi mitra pemerintah yang andal.
Baca Pula: Di Depan Prabowo Ma’ruf Amin Sebut Hadapi Tantangan Global dengan Perkuat Pertahanan dan Keamanan
Bukan itu saja, Pertamina Power & New Renewable Energy sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak mana pun yang memiliki komitmen yang sama untuk berinovasi melalui energi bersih.
“PNRE memiliki komitmen penuh untuk mendukung pencapaian target pemerintah Bauran Energi Nasional 23% pada tahun 2025. Dan kami yakin mampu menjadi pemimpin untuk mendorong proses transisi menuju energi bersih di Indonesia,” tutup Dannif. (ENI)











