MEDIA EMITEN – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal III- 2022 bisa tumbuh lebih tinggi meski harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut bisa mencapai 6%.
“Kami masih percaya diri pada kuartal III ini pertumbuhan ekonomi bisa 6%, kata Luhut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa 30 Agustus 2022.
Ia menjelaskan, ekonomi RI masih akan tumbuh kencang yang ditengarai dari mobilitas warga yang bepergian ke luar rumah terus meningkat sejak awal 2022. Selain itu, konsumsi juga naik beberapa bulan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, investasi menunjukkan kinerja yang tinggi. “Indonesia masih sangat diminati untuk investasi,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Luhut mengingatkan tentang bahasya inflasi yang terus meningkat di dalam negeri. Bahkan, angkanya tembus 4,94% pada Juli 2022, tertinggi sejak Oktober 2017.
“Yang menjadi masalah pokok itu adalah pangan dan energi, yang paling parah inflasi pangan itu 11,4%,” jelasnya. Untuk itu, Luhut meminta semua pemimpin daerah, TNI, dan Polri ikut berkoordinasi dengan pemerintah pusat menangani inflasi di dalam negeri.
Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi masih bisa mencapai 5,44%, di atas ekspektasi. “Walaupun mungkin nanti akan ada kenaikan penyesuaian harga minyak, BBM, kita kelihatan masih bisa kuartal depan ini lebih baik dari 5,44%,” katanya.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Ia juga mengingatkan kondisi saat ini di tengah ketidakpastian ekonomi globa. Perekonomian Indonesia, kata dia, masih jadi salah satu yang terbaik. Selain pertumbuhan ekonomi yang baik, kinerja investasi yang mampu tumbuh tinggi, yakni mencapai 35,5% pada triwulan II 2022.
Begitu pula kinerja gemilang ekspor yang turut mendorong surplus neraca perdagangan selama 27 bulan berturut-turut. Kinerja ekspor yang tumbuh hingga 32% yoy pada Juli 2022 itu ditopang oleh empat hal, yaitu harga komoditas yang sedang tinggi, hilirisasi yang mulai membuahkan hasil, efisiensi dengan digitalisasi serta dana desa.







