Kurs Dolar AS Menguat Setelah Pertemuan Kebijakan Federal Reserve

- Pewarta

Jumat, 3 Mei 2019 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurs Dolar AS Menguat Setelah Pertemuan Kebijakan Federal Reserve

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat pagi (3/5/2019), karena investor terus mencerna pesan dari pertemuan kebijakan Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat (AS) yang baru saja selesai.

Federal Reserve AS pada Rabu (2/5/2019) membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah dan mengabaikan kekhawatiran tentang inflasi yang lemah, karena bank sentral melihat tidak perlu mengubah pendekatan “sabar” pada pergerakan suku bunga.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan The Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal fund di 2,25 persen hingga 2,50 persen, bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

The Fed mencatat bahwa pasar tenaga kerja “tetap kuat” dan aktivitas ekonomi “naik pada tingkat yang solid” sejak Maret, sementara pertumbuhan belanja rumah tangga dan investasi tetap bisnis “melambat” pada kuartal pertama.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,14 persen menjadi 97,8228 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1175 dolar AS dari 1,1194 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3027 dolar AS dari 1,3044 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,6997 dolar AS dari 0,7011 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,49 yen Jepang, lebih rendah dari 111,59 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0193 franc Swiss dari 1,0181 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3470 dolar Kanada dari 1,3450 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Pers Rilis

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Rabu, 23 Sep 2026 - 13:16 WIB