Kurs Dolar AS Diperkirakan Lebih Kuat pada Perdagangan di Asia

- Pewarta

Jumat, 3 Mei 2019 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurs Dolar AS Diperkirakan Lebih Kuat pada Perdagangan di Asia

Mediaemiten.com, Sydney – Kurs dolar tampaknya akan mengakhiri pekan ini di perdagangan Asia pada Jumat (3/5/2019) dengan nada yang lebih kuat, karena pasar mengurangi taruhan pada penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS), meskipun banyak tergantung pada data pekerjaan yang akan dirilis di akhir sesi yang akan menggambarkan esehatan ekonomi dan upah.

Mata uang AS telah beringsut lebih tinggi sejak Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengesampingkan penurunan inflasi baru-baru ini dan tidak melihat alasan untuk memangkas suku bunga.

Itu membantu indeks dolar menutup kerugian dari awal minggu menjadi berdiri di 97,834 terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik dari terendah 97,149.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dolar AS sedikit berubah pada sejauh minggu ini, yang tidak mengejutkan mengingat pasar telah kekurangan likuiditas karena pasar Jepang dan China libur.

Terhadap yen, dolar AS berhenti di 111,46 setelah menghabiskan seluruh minggu di kisaran 111,03-111,89 yen.

Euro datar di 1,1174 dolar AS, setelah turun kembali dari puncak semalam 1,1219 dolar AS, meskipun masih lebih kuat pada minggu ini. Survei manufaktur zona euro yang keluar pada Kamis (3/5/2019) menunjukkan kontraksi lebih lanjut pada April, tetapi setidaknya tidak menjadi lebih buruk.

“Aliran data ekonomi selaras dengan sebagian besar bank sentral mengambil garis hati-hati, takut risiko-risiko penurunan pertumbuhan global,” kata Kepala Global Strategi G10 FX di Deutsche Bank Alan Ruskin.

“Dolar AS akan dibantu dengan keuntungan imbal hasil yang sudah ada sebelumnya, karena bank sentral berusaha keras untuk mengirim pesan kebijakan yang stabil.”

Suku bunga berjangka menyiratkan sekitar 49 persen peluang The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember, turun dari 61 persen pada Rabu (2/5/2019) sore. Imbal hasil pada obligasi dua-tahun juga naik enam basis poin pada sejauh minggu ini.

Penilaian terhadap suku bunga dapat berubah lagi tergantung pada apa yang diungkapkan oleh laporan pekerjaan April. Prakiraan untuk penggajian akan naik 185.000 dengan pengangguran di 3,8 persen.

Analis di NAB berpendapat ada kemungkinan angka lebih kuat, mengingat perjalanan indikator-indikator utama dan fakta bahwa Maret tertahan oleh cuaca buruk yang dibersihkan pada April.

Mereka memperkirakan kenaikan dalam pekerjaan 260.000, yang tentunya akan menempatkan sebuah lompatan dalam langkah dolar.

Risiko untuk bullish akan menjadi sebuah cetak upah yang lemah mengingat fokus Fed pada inflasi saat ini. Perkiraan median untuk pertumbuhan pendapatan rata-rata 3,3 persen dan apa pun yang kurang bisa mengambil kecerahan dolar AS.

Di antara beberapa penggerak untuk minggu ini adalah dolar Australia dan Selandia Baru, yang jatuh karena spekulan bertaruh kedua negara dapat melihat pemotongan bunga minggu depan.

Reserve Bank of Australia (RBA) mengadakan pertemuan kebijakan pada 7 Mei dan Reserve Bank of New Zealand sehari setelahnya, serta ada risiko nyata yang mungkin berkurang setelah laporan inflasi yang rendah dan mengecewakan.

Dolar Australia turun 0,55 persen untuk minggu ini di 0,6996 dolar AS, dengan kiwi turun 0,6 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Pers Rilis

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Rabu, 23 Sep 2026 - 13:16 WIB