MEDIA EMITEN – Koreksi harga komoditas seiring penguatan dolar AS menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) minus 46,4 poin atau 0,64% ke posisi 7.186,76 pada penutupan perdagangan Rabu 7 September 2022.
Harga komoditas seperti minyak sawit mentah atau CPO, timah, dan batubara, juga menjadi katalis negatif bagi IHSG karena dolar AS menguat. Pelaku pasar dalam mengantisipasi aksi The Fed memberikan ringkasan tentang kondisi perekonomian saat ini yang dikenal dengan Beige Book.
Dibuka melemah, IHSG mayoritas bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tidak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 1,58%, diikuti sektor energi dan sektor transportasi & logistik masing-masing minus 1,36% dan minus 0,97%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor barang baku sebesar 0,31%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INKP, TBIG, UNVR, BBCA, dan INTP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MEDC, ARTO, ASII, MDKA, dan TOWR.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing (net foreign buy) di seluruh pasar sebesar Rp 671,92 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp 543,17 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.547.444 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,3 miliar lembar saham senilai Rp15,36 triliun. Sebanyak 200 saham naik, 329 saham menurun, dan 169 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 9,52 poin atau 0,03% ke 27.610,09, indeks Hang Seng turun 77,87 poin atau 0,41% ke 19.147,83, dan indeks Straits Times meningkat 9,72 poin atau 0,3% ke 3.225,2.







