MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi lagi dan ditutup melemah 36,61 poin atau 0,52% menjadi 7.015,69. Investor mengamankan keuntungannya karena khawatir The Fed tetap agresif dalam mengetatkan moneternya.
Para pelaku pasar menanti pengumuman kebijakan moneter The Fed pada Kamis dini hari waktu Indonesia. The Fed diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 3,75%- 4%.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian turun paling dalam 1,39%, diikuti sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik masing-masing turun 0,56% dan 0,44%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan sektor yang menguat antara lain teknologi naik paling tinggi 1,85%, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku masing-masing naik 0,96% dan 0,86%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SRAJ, GZCO, ENRG, WAPO, dan WINS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MTWI, POLA, TLKM, PBRX, dan BNBR.
Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu GOTO, MDKA, BRPT, EMTK, dan TBIG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TLKM, BMRI, BBRI, ASII, dan AMRT.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.262.453 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,6 miliar lembar saham senilai Rp13,69 triliun. Sebanyak 232 saham naik, 285 saham menurun, dan 184 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 15,53 atau 0,06% ke 27.663,39, indeks Hang Seng naik 371,9 atau 2,41% ke 15.827,17, Indeks Shanghai meningkat 34,17 poin atau 1,15% ke 3.003,37, dan Indeks Straits Times menguat 3,74 poin atau 0,12% ke 3.134,24.







