MEDIA EMITEN – Nilai tukar (kurs) rupiah melanjutkan pelemahan jelang pertemuan The Fed. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu 2 November 2022 melemah 5 poin ke level 15.652 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 19 poin atau 0,12%ke posisi Rp15.647 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.628 per dolar AS.
Isu kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi penggerak utama pergerakan nilai mata uang rupiah. The Fed diperkirakan masih melanjutkan kebijakan agresif dengan meningkatkan nilai suku bunga sebesar 75 basis poin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data dari perangkat FedWatch milik CME Group, pasar melihat ada probabilitas sebesar 47% suku bunga The Fed berada di level 4,75% – 5% pada Februari 2023.
Pasar akan mengawasi setiap indikasi dari Fed ketika berencana untuk mengurangi nada hawkish yang akan mempengaruhi suku bunga bank sentral di berbagai negara.
Bank sentral Inggris (BoE) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada Kamis, karena sebagian besar ekonomi di dunia berjuang dengan kenaikan inflasi.
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga:
ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026
LX Pantos Indonesia Tingkatkan Komitmen CSR dengan Merenovasi Sekolah di Bekasi
“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi,” kata dia beberapa waktu yang lalu.
Ia menjelaskan, depresiasi rupiah masih relatif terkendali dibandingkan dengan mata uang negara berkembang lainnya. Sentimen global yang diwarnai ketidakpastian ekonomi membuat nilai mata uang di banyak negara mengalami depresiasi terhadap dolar AS.







