Indonesia Dapat Kucuran Dana 103,8 Juta USD dari GCF

- Pewarta

Jumat, 28 Agustus 2020 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Dapat Kucuran Dana 103,8 Juta USD dari GCF

Mediaemiten.com, Jakarta – Indonesia mendapat pengakuan dari komunitas global atas pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dari kegiatan Deforestasi dan Degradasi Hutan.  

Pengakuan dari GCF berupa pengucuran dana sebesar 103,8 juta USD, sebagai pembayaran kinerja yang disebut sebagai skema Result Based Payment Program atau RDD+. Hal ini menjadi komitmen kinerja Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim. 

Demikian dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam Konferensi Pers Bersama dengan topik Green Climate Fund Setujui REDD+ Results Based Paymentdi Jakarta, Kamis (27/8/2020).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apa itu pembayaran REDD+ adalah pembayaran berbasis hasil kerja atas keberhasilan penurunan emisi yang laporannya telah diverifikasi oleh tim teknis independen yang ditunjuk oleh sekretariat REDD+, Jadi ini bukan klaim Indonesia sepihak tetapi Tim yang telah diverifikasi kebenaran data dan konsisten tensi metodologinya oleh tim teknis independen yang ditunjuk oleh UNFCC dan ini juga informasinya terbuka,” jelasnya. 

Menurutnya, yang paling penting ingin kami sampaikan  adalah bahwa  komitmen pengendalian perubahan iklim dalam Paris Agreement itu Indonesia tetap konsisten, sudah ada ratifikasinya di dalam undang-undang nomor 16  tahun 2016 bagi Indonesia yang sebetulnya semua agenda dalam kaitan pengendalian perubahan iklim sebetulnya dilandasi oleh mandat undang-undang dasar 1945.

Oleh karena itu buat Indonesia sebetulnya ada koherensi kepentingan nasional Indonesia dengan konsen dunia. Juga bisa melihat bahwa Replace dari Remission Emission Reduction Emission from Deforestation and Degradation, makanya namanya jadi REDD+, ditambah plus karena dia ada kaitan dengan masyarakat adat dan lain-lain jadi refleksi ini merupakan salah satu pendekatan dari deforestasi.

Ia menambahkan,  sejak 2007 seebetulnya Indonesia sudah beberapa kali menyelesiakan kasus lingkupnya yang sudah diselesaikan yaitu penyelesaian instrumen-instrumen sudah ada PP 46 tahun 2017 tentang instrumen ekonomi lingkungan hidup, juga sudah ada Perpres 77 tahun 2018 tentang badan pengelolaan dana lingkungan hidup yang berkedudukan di bawah Kementerian Keuangan.

“Kita juga sudah menyelesaikan sistem registry nasional sebagai sistem pendapatan analisis tempat penyediaan data dan info kebijakan aksi-aksi dan sebagainya dan juga untuk pemantauan implementasi nasional determine contribution artinya catatan komitmen jumlah emisi penurunan emisi sebagai kontribusi Indonesia kepada dunia,” imbuhnya. 

Indonesia sudah punya instrumen pengukuran Sharing and Reporting, Verifikasi nya juga sudah ada Early Warning System, kemudian sistem Sipongi Karhutla, dan lain-lain kita juga sudah melakukan program program perhutanan sosial resolusi konflik tenurial pengakuan dan perlindungan masyarakat adat dan lain-lain. (inf)

Berita Terkait

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Berita Terbaru

Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok

Pers Rilis

Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok

Senin, 7 Sep 2026 - 08:13 WIB

Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026

Pers Rilis

Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 04:55 WIB