MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 64,45 poin atau 0,9% ke level 7.107,98 pada penutupan perdagangan Senin, 22 Agustus 2022.
Sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) mengantisipasi rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menunggu arahan The Fed terkait kenaikan suku bunga.
“Investor menantikan konferensi yang diselenggarakan oleh bank sentral AS (Federal Reserve) minggu ini di Jackson Hole, Wyoming untuk mencari sinyal atau arahan (guidance) mengenai kenaikan suku bunga acuan di AS,” tulis tim riset Philip Sekuritas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun demikian, investor asing masih mencatatkan pembelian dengan posisi jual bersih (net foreign buy) sebesar Rp 956,72 miliar di semua pasar. Saham-saham yang banyak dibeli asing, antara lain TLKM, BMRI, BBCA, ASII, AMRT, ICBP, dan UNVR.
Sementara itu, indeks saham di Asia sore ini Senin ditutup variatif (mixed) dengan kecenderungan turun seiring dengan semakin kuatnya nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama di dunia di tengah kegelisahan mengenai pertumbuhan ekonomi global.
Ketidakpastian global yang tinggi telah mendongkrak permintaan atas dolar AS sebagai aset berisiko rendah (safe haven) paling likuid. Pelonggaran kebijakan moneter di Tiongkok justru menyoroti masalah di pasar propeti negara itu.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 135,83 poin atau 0,47% ke 28.794,5, indeks Hang Seng turun 116,05 poin atau 0,59%n ke 19.656,98, dan indeks Straits Times terkoreksi 19,95 poin atau 0,61% ke 3.266,46.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor teknologi dan sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu masing-masing minus 0,65%, diikuti sektor barang baku minus 2,32%. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor barang konsumen primer sebesar 0,02%.
Sepanjang hari ini, saham-saham LQ45 yang mendominasi penguatan yaitu BBCA, TLKM, TOWR, BMRI, CPIN. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni GOTO, BBRI, MDKA, ARTO, BBNI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.285.078 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,1 miliar lembar saham senilai Rp13,75 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 399 saham menurun, dan 156 tidak bergerak nilainya.







