MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 38,35 poin atau 0,57% ke level 6.757,33 pada akhir perdagangan Kamis6 Juli 2023. IHSG tampil beda di tengah bursa saham kawasan Asia yang terkoreksi.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,95 poin atau 0,31% ke posisi 956,39.
Investor nampaknya berhati-hati pada akhir pekan ini sampai dengan awal pekan depan, menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), Jerman dan China , yang merupakan salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan penetapan suku bunga acuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bank Sentra AS (The Fed) diyakini masih akan menaikkan suku bunga acuan, tapi dengan “slower pace”, kecepatan yang berkurang.
Sementara itu, European Central Bank (ECB) masih dibayangi oleh perlambatan aktivitas ekonomi, terutama dari sisi manufaktur dalam menentukan arah kebijakan moneter mereka.
Dibuka melemah, IHSG bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dipimpin sektor barang konsumen non primer sebesar 2,17%, diikuti sektor energi dan sektor industri yang masing-masing meningkat 1,98% dan 0,99%. Sedangkan, satu sektor terkoreksi yaitu sektor kesehatan yang turun minus 0,19%.
Baca Juga:
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TOBA, BMTR, GJTL, KAYU dan RELF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni CFIN, PADA, SMIL, HAJJ dan IDEA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.348.402 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,20 miliar lembar saham senilai Rp9,78 triliun. Sebanyak 306 saham naik, 218 saham menurun, dan 220 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 565,69 poin atau 1,7% ke 32.773,00, indeks Hang Seng melemah 577,33 poin atau 3,02% ke 18.533,05, indeks Shanghai melemah 17,38 poin atau 0,54% ke 3.205,57, dan indeks Strait Times melemah 34,95 poin atau 1,1% ke 3.150,43.







