MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan koreksi, ditutup melemah 13,36 poin atau 0,2% ke level 6.785,6 pada perdagangan Kamis 13 April 2023.
Sementara itu, investor asing justru melakukan pembelian saham dengan mencatatkan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 882,35 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler net foreign buy tercatat Rp 943,77 miliar.
Sentimen yang menjadi perhatian pasar antara lain rilis data inflasi AS pada Maret 2023 secara bulanan yang turun 0,1% pada Maret, dan secara tahunan turun dari sebelumnya 6 persen year on year (yoy) menjadi 5 persen yoy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Inflasi inti secara bulanan turun dari sebelumnya 0,5% mtm menjadi 0,4% mtm, namun naik secara tahunan dari sebelumnya 5,5% yoy menjadi 5,6% yoy.
Hal tersebut memberikan spekulasi meredanya agresivitas The Fed dalam menaikkan suku bunga acuannya, yang mana ruang kenaikan tingkat suku bunga menjadi jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.
Di sisi lain, pasar khawatir atas risalah rapat The Fed sehubungan potensi resesi dampak dari tekanan kenaikan suku bunga dan juga krisis perbankan.
Sejumlah pejabat The Fed mempertimbangkan untuk menghentikan kenaikan suku bunga dikarenakan khawatir tekanan keuangan yang lebih luas dari kejatuhan dua bank regional AS.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat di mana sektor teknologi naik 0,39%, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer naik masing-masing 0,34% dan 0,17%.
Sedangkan enam sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam minus 0,48%, diikuti sektor energi dan sektor barang barang konsumen primer yang masing-masing minus 0,39% dan 0,26%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TRIS, KAYU, DGIK, KRYA, dan HAJJ. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ESSA, CHEM, BSML, SAGE, dan PIPA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.227.186 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,41 miliar lembar saham senilai Rp9,55 triliun. Sebanyak 211 saham naik, 317 saham menurun, dan 198 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 74,30 poin atau 0,26% ke 28.157,0, indeks Hang Seng menguat 34,62 poin atau 0,17% ke 20.334,4, indeks Shanghai melemah 8,82 poin atau 0,27% ke 3.318,3, dan indeks Straits Times menguat 4,62 poin atau 0,14% ke 3.290,7.








