IHSG Koreksi Tipis Saat Mayoritas Indeks Saham Asia Naik

- Pewarta

Rabu, 26 Oktober 2022 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Koreksi Tipis Saat Mayoritas Indeks Saham Asia Naik

Foto ilustrasi: Monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia/Dok

MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi tipis 4,44 poin atau 0,06% ke posisi 7.043,94 pada penutupan perdagangan Rabu 26 Oktober 2022. IHSG melemah di tengah kenaikan mayoritas indeks saham di bursa kawasan Asia.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 181,56 atau 0,67% ke 27.431,84, Indeks Hang Seng naik 152,08 atau 1% ke 15.317,67, Indeks Shanghai meningkat 23,22 poin atau 0,78% ke 2.999,5, dan Indeks Straits Times menguat 24,23 poin atau 0,81% ke 3.008,38.

Meski IHSG melemah, asing hari ini mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) senilai Rp 215,97 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih (net foreign sell) Rp118,96 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasar masih mencermati sentimen global. Rilis data ekonomi AS semalam memperlihatkan pelemahan pada laju kenaikan harga rumah dan penurunan tingkat kepercayaan konsumen. Pasar melihat sinyal kenaikan suku bunga acuan secara agresif oleh bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), mulai mendinginkan pasar tenaga kerja.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi 3,29%, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen primer masing-masing naik 1,25% dan 0,96%. Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan dan sektor infrastruktur masing-masing 1,52% dan minus 0,04%.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KRYA, ENRG, CHEM, DFAM, dan PBRX. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ARTO, IPPE, SICO, MPPA, dan PNLF.

Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu GOTO, EMTK, UNTR, BUKA, dan CPIN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBCA, BBRI, ASII, BBNI, dan ARTO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.239.626 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,46 miliar lembar saham senilai Rp12,65 triliun. Sebanyak 274 saham naik, 252 saham menurun, dan 169 tidak bergerak nilainya.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru