MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ambles di bawah level psikologis 7.000 pada penutupan perdagangan Kamis 10 November 2022. Kejatuhan IHSG diiring aksi jual asing (net foreign sell) senilai Rp 897,30 miliar di seluruh pasar.
IHSG ajlok 103,25 poin atau 1,46% menjadi 6.966,84. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 17,56 poin atau 1,74% ke posisi 991,65.
Saham-saham bluechips banyak dijual asing, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 452,77 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 108,49 miliar, PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) senilai Rp 89,30 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 87,89 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 79,90 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sentimen negatif yang mempengaruhi pergerakan saham hari ini antara lain kolapsnya pasar kripto menyusul kabar Binance mundur dari rencananya untuk mengakuisisi FTX, meninggalkan kerajaan crypto Sam Bankman-Fried di ambang kehancuran.
Selain itu, pelaku pasar menantikan hasil perilisan data inflasi AS dan juga mencermati hasil pemilu sela AS. Pasar komoditas batubara juga anjlok dengan harga Ice Newcastle coal di level US$ 300 atau turun 7,22%.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 2,3%, diikuti sektor energi dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,97% dan minus 1,94%.
Baca Juga:
XCMG Luncurkan Ring Crane 14.000 Ton Pertama di Dunia, Inovasi Baru dalam Ultra-Heavy Lifting
JULIEN’S AUCTIONS MENGUMUMKAN “KAIJU KING: KOLEKSI WARISAN SOMPOTE SANDS”
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZATA, BSBK, KJEN, KRYA, dan MEDS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NANO, MEDC, PDPP, APLN, dan BABP.
Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu INTP, KLBF, SMGR, TPIA, dan UNVR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GOTO, BBRI, BBCA, UNTR, dan ADRO.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.363.591 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,22 miliar lembar saham senilai Rp12,84 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 421 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 270,33 atau 0,98% ke 27.446,1 indeks Hang Seng turun 277,48 atau 1,7% ke 16.081,04, indeks Shanghai terkoreksi 12,04 poin atau 0,39% ke 3.036,13, dan indeks Straits Times menguat 8,29 poin atau 0,26% ke 3.173,79.






