Heru Hidayat : Jiwasraya Bangkrut Karena Saham Grup Bakrie

- Pewarta

Kamis, 16 Juli 2020 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heru Hidayat : Jiwasraya Bangkrut Karena Saham Grup Bakrie

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan Grup Bakrie disebut-sebut dalam persidangan lanjutan dugaan korupsi dan pencucian uang (TPPU) PT Asuransi Jiwasraya di PN Tipikor, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Terdakwa Heru Hidayat bahkan mengatakan, Grup Bakrie sebagai perusahaan yang awal-awal membawa kebangkrutan bagi Jiwasraya, setelah BUMN asuransi tersebut membeli sejumlah emiten saham BUMI Resources (BUMI) sebelum 2008.

“Dari awa itu, Jiwasraya sudah bermasalah ketimpa tangga, beli saham Bakrie, kena krisis,” kata Heru Hidayat, saat persidangan lanjutan di PN Tipikor, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Ungkapan Heru Hidayat, sebetulnya berawal dari sesi tanya jawab dia dengan saksi Lusiana yang pernah menjadi Sekretaris Komite Investasi, dan Kepala Pengembangan Investasi Jiwasraya 2008-2011.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Heru awalnya mengkonfirmasi keterangan Lusiana tentang empat manajer investasi (MI) yang mengelola Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Jiwasraya 2008. Empat MI tersebut, yakni PT AAA Securities, PT Batavia Proseperindo Asset Management, PT Danareksa Investmen Management, dan PT Trimegah Sekuritas.

“RDPT inikan yang dipertanyakan terus dari awal. Ada Rp 500 miliar subscribe. Isinya kalau tidak salah itu kan terbanyak Grup Bakrie. Benar enggak Bu?,” tanya Heru.

Pendek saja Lusiana menjawab pertanyaan tersebut, “Ya”.

Heru pun melanjutkan, pertanyaannya tentang emiten dan berapa besar milik Grup Bakrie yang juga ada di empat MI tersebut. “Berapa kira-kira Grup Bakrie di sana?” tanya Heru.

Lusiana, pun menerangkan hanya ingat satu emiten Grup Bakrie yang ada dalam RDPT Jiwasraya 2008. “Saya ingat hanya saham BUMI. Kurang lebih sekitar (Rp) 300 miliar,” jawaban Lusiana.

Merasa tak puas dengan jawaban Lusiana, Heru dengan intonasi meninggi, meminta agar saksi mengoreksi ulang catatannya tentang saham BUMI tersebut. Sebab, menurut catatan Heru, menyebutkan angka hampir Rp 1 triliun. “Nanti dilihat lagi ya. Itu setahu saya, (Rp) 800 miliar. Saya lihat datanya. Artinya, dari awal itu, Jiwasraya beli saham Bakrie yang sudah kena krisis,” kata Heru. (rep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru