Harga Minyak Turun, Sentimen Cadangan Strategis

- Pewarta

Jumat, 24 Maret 2023 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

Foto ilustrasi: Harga minyak menguat/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak turun sekitar 1% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB ), membalikkan kenaikan di awal sesi setelah Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan kepada anggota parlemen bahwa mengisi ulang cadangan minyak strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) mungkin memakan waktu beberapa tahun.

Harga minyak mentah Brent berjangka turun 78 sen, atau 1%, menjadi US$ 75,91 per barel dan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 94 sen, atau 1,3% menjadi US$ 69,96 per barel.

“Komentar Granholm menambah kekhawatiran potensi kelebihan pasokan, terutama karena Departemen Energi berencana melanjutkan pelepasan tambahan 26 juta barel sebagai bagian mandat kongres,” kata analis UBS Giovanni Staunovo dikutip CNBC International.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal harga minyak sempat naik 1% sebelum komentar Granholm, didukung pelemahan dolar dan harga bensin yang lebih tinggi.

Indeks dolar diperdagangkan pada level terendah sejak 3 Februari, sehari setelah Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan akan menghentikan kenaikan suku bunga. Dolar yang lebih lemah membuat minyak berdenominasi dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang asing.

Para pembuat kebijakan Federal Reserve percaya bahwa menjinakkan inflasi mungkin memerlukan 1 kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Hal lain yang mendukung harga minyak mentah, yakni bensin berjangka RBOB mencapai level tertinggi 10 hari setelah Administrasi Informasi Energi AS mengatakan stok turun paling banyak minggu lalu sejak September 2021.

“Permintaan bensin yang lebih tinggi akan mendorong kilang menggunakan lebih banyak minyak mentah untuk membuat bahan bakar,” kata analis Mizuho Robert Yawger.

“Penarikan 6 juta barel dalam laporan EIA itu telah meninggalkan dampak besar di pasar karena situasi bensin terlihat agak ketat di sini,” kata Yawger.

Juga mendukung, Goldman Sachs mengatakan permintaan komoditas melonjak di China, importir minyak terbesar dunia, dengan permintaan minyak mencapai 16 juta barel per hari.

Bank memperkirakan Brent akan mencapai $97 per barel pada kuartal kedua tahun 2024.

Berita Terkait

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terbaru