Harga Minyak Melonjak, Brent Dekati US$ 80/Barel

- Pewarta

Rabu, 12 Juli 2023 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Melonjak, Brent Dekati US$ 80/Barel

Foto ilustrasi: Pompa angguk pengoboran minyak /Dok

MEDIA EMITEN Harga minyak mentah berjangka melonjak pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), didukung meningkatnya optimisme di pasar di tengah pelemahan dolar AS, dan pemotongan pasokan oleh eksportir minyak terbesar dunia.

1,71 dolar AS atau 2,20%, menjadi ditutup pada US$ 79,4 per barel di London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus terangkat US$ 1,84 atau 2,52% menjadiUS$ 74,83 per barel di New York Mercantile Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelesaian Brent adalah yang tertinggi sejak 28 April dan WTI sejak 1 Mei. Brent secara teknis berada di wilayah overbought untuk kedua kalinya dalam tiga hari.

“Penembusan tertinggi baru-baru ini dapat dilihat sebagai langkah bullish yang dapat memberi (Brent) momentum untuk menembus kembali di atas US$ 80 ,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip Reuters. “Reli masih memiliki momentum pada tahap ini,” tambahnya.

Dolar AS turun ke level terendah dua bulan terhadap sekeranjang mata uang lainnya sehari setelah beberapa pejabat Federal Reserve mengisyaratkan bank sentral AS mendekati akhir siklus pengetatannya. Dolar yang lebih lemah membuat minyak mentah lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. 

Laporan EIA mengasumsikan bahwa ekonomi AS masing-masing akan tumbuh 1,5% pada 2023 dan 1,3% pada 2024, lebih tinggi dari perkiraan 1,3% untuk 2023 dan 1%untuk 2024 dalam laporan sebelumnya.

Persediaan minyak mentah dan bensin komersial AS masing-masing turun 1 juta barel dan 1,1 juta barel pekan lalu, menurut survei yang dilakukan oleh S&P Global Commodity Insights.

Harga minyak mentah mendapatkan dorongan karena ekspektasi meningkat untuk pasar minyak tetap ketat meskipun ada kekhawatiran pertumbuhan berkepanjangan, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.

Pasar sedang menunggu data inflasi AS pada Rabu waktu setempat untuk petunjuk prospek suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.

Berita Terkait

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Berita Terbaru