Harga Minyak Melonjak 2%, Pasokan Ketat

- Pewarta

Selasa, 25 Juli 2023 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Melonjak 2%, Pasokan Ketat

Foto ilustrasi: Kilang minyak mentah/Dok.

MEDIA EMITEN Harga minyak melonjak 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), didorong pengetatan pasokan, meningkatnya permintaan bensin AS, dan harapan langkah-langkah stimulus China.

Brent berjangka naik US$ 1,67 atau 2,1% menjadi US$ 82,74 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,67 atau 2,1% menjadi US$ 78,74 per barel.

Angka itu merupakan penutupan tertinggi untuk Brent sejak 19 April dan untuk WTI sejak 24 April. Karena kedua kontrak didorong ke wilayah overbought secara teknis di atas rata-rata pergerakan 200 hari mereka. Rata-rata pergerakan 200 hari telah menjadi titik kunci resistensi teknis untuk kedua tolok ukur tersebut sejak Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua tolok ukur minyak mentah telah naik selama empat minggu berturut-turut dengan pasokan diperkirakan akan mengetat karena pemotongan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya seperti Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.

Citi Research dalam sebuah catatan menyebut, kenaikan minyak telah mencerminkan kondisi pengetatan karena pengurangan produksi minyak Saudi berdampak pada pasar. Bahkan ketika permintaan musim panas agak lebih kuat untuk bensin dan bahan bakar jet. 

Permintaan yang kuat dan kekhawatiran tentang masalah pasokan mendorong bensin berjangka AS ke level tertinggi sejak Oktober 2022.

“Reli minyak mentah sangat mengesankan karena Eropa terlihat sangat lemah saat ini, AS melambat, dan Politbiro Tiongkok diperkirakan tidak akan mengungkap stimulus besar minggu ini,” Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA.

Di zona Eropa, aktivitas bisnis menyusut lebih dari yang diharapkan pada Juli karena permintaan di industri jasa dominan blok tersebut menurun sementara output pabrik turun pada laju tercepat sejak Covid-19 pertama kali terjadi, sebuah survei menunjukkan.

Di AS, aktivitas bisnis melambat ke level terendah lima bulan di bulan Juli, terseret oleh perlambatan pertumbuhan sektor jasa, data survei yang diawasi ketat menunjukkan, tetapi penurunan harga input dan perekrutan yang lebih lambat menunjukkan bahwa The Fed dapat membuat kemajuan di bidang penting dalam upayanya untuk mengurangi inflasi.

Analis di Deutsche Bank mengatakan, permintaan minyak di Tiongkok sekarang melampaui ekspektasi,yang membantu menambah kepercayaan pada kemampuan Tiongkok untuk memenuhi (dua pertiga) pertumbuhan permintaan minyak tahun ini.

Berita Terkait

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Berita Terbaru