MEDIA EMITEN – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan emas didorong oleh dolar AS yang lebih lemah di tengah ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve akan lebih lambat.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange naik US$ 8,10 atau 0,43% menjadi US$ 1.877,80 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di US$ 1.886,40 dan terendah sesi di US$ 1.869,30 per ounce.
Dolar AS melemah secara keseluruhan pada perdagangan Senin (9/1) karena data AS baru-baru ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat memperlambat laju pengetatan kebijakan moneternya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Reaksi pasar datang karena data Jumat (6/1) menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan upah yang moderat dan aktivitas sektor jasa yang lebih lemah di Amerika Serikat mendorong para pedagang untuk bertaruh pada kenaikan suku bunga Fed yang lebih kecil ke depan.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,85 persen menjadi 103,0010, menyusul penurunan 1,11% di sesi sebelumnya.
Greenback yang lebih lemah membuat harga-harga komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi para investor pemegang mata uang lainnya.
Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal pada Senin (9/1), Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan Federal Reserve dapat meningkatkan suku bunga utamanya sebesar 25 atau 50 basis poin pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 1 Februari.
Baca Juga:
JULIEN’S AUCTIONS MENGUMUMKAN “KAIJU KING: KOLEKSI WARISAN SOMPOTE SANDS”
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Dia lebih lanjut mencatat bahwa dia yakin suku bunga akan mencapai puncak 5% dan tetap di sana untuk menurunkan inflasi menjadi 2%.
Fokus sekarang beralih ke data inflasi indeks harga konsumen AS yang akan dirilis pada Kamis (12/1) untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur suku bunga AS.
Inflasi IHK diperkirakan akan turun ke level terendah satu tahun pada Desember, menunjukkan bahwa serangkaian kenaikan suku bunga yang tajam oleh Fed pada 2022 memiliki efek yang diharapkan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 11,1 sen atau 0,46% menjadi US$ 23,871 per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot US$ 5,70 atau 0,52% menjadi US$ 1.098,60 per ounce.
Baca Juga:






