Harga Emas Perpanjang Kenaikan Dipicu Pelemahan Dolar AS

- Pewarta

Kamis, 11 April 2019 - 02:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Perpanjang Kenaikan Dipicu Pelemahan Dolar AS

Foto ilustrasi: Bank-bank sentral menambahkan 1.136 ton emas senilai sekitar US$ 70 miliar ke dalam cadangan mereka pada tahun 2022/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange membukukan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis pagi (11/4/2019), didorong oleh dolar AS yang terus melemah dan pemangkasan perkiraan pertumbuhan global.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 5,60 dolar AS atau 0,43 persen, menjadi ditutup pada 1.313,90 dolar AS per ounce.

Dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya, karena sentimen pasar tertekan oleh perkiraan suram tentang pertumbuhan global oleh Dana Moneter Internasional (IMF). IMF pada Selasa (9/4/2019) merevisi perkiraannya untuk pertumbuhan global menjadi 3,3 persen, turun 0,2 poin persentase dari proyeksi Januari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini mencerminkan revisi negatif untuk beberapa ekonomi utama termasuk kawasan euro, Amerika Latin, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia,” kata Penasihat Ekonomi dan Direktur Departemen Penelitian IMF, Gita Gopinath, ada konferensi pers di Washington, AS.

IMF sekarang memperkirakan 70 persen ekonomi global akan mengalami perlambatan pertumbuhan pada 2019, yang mendorong daya tarik terhadap emas sebagai salah satu aset safe haven.

Dolar AS juga tertekan karena para pedagang mencerna risalah yang baru dirilis oleh Federal Reserve (Fed). Bank sentral AS pada Rabu (10/4/2019) merilis risalah pertemuan kebijakan moneter Maret, dengan tidak ada perubahan dalam suku bunga yang diharapkan pada tahun ini

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,16 persen menjadi 96,87 pada pukul 17.24 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Jika dolar AS melemah maka emas yang dihargai dalam dolar AS biasanya akan naik karena menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 3,3 sen AS atau 0,22 persen menjadi 15,244 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 9,6 dolar AS atau 1,07 persen, menjadi ditutup pada 908,90 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Bisnis

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:02 WIB

Pers Rilis

“The Empowerers | Laos on the Move”

Kamis, 22 Okt 2026 - 02:00 WIB