Harga Emas Jatuh Lagi, Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Agresif

- Pewarta

Kamis, 15 September 2022 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Jatuh Lagi, Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Agresif

Foto ilustrasi: Harga emas merosot jelang FOMC/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas jatuh kembali pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut setelah data inflasi AS yang lebih kuat memicu ekspektasi kenaikan suku bunga yang agresif oleh Federal Reserve (Fed).

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh US$ 8,3 atau 0,48% menjadi US$ 1.709,10 per ounce. Emas diperdagangkan pada kisaran tertinggi US$ 1.717,30 dan terendah US$ 1.706,20 per ounce.

Investor masih mencerna angka inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan yang dirilis pada Selasa (13/9/2022). Analis pasar berpendapat bahwa taruhan yang lebih tinggi adalah Federal Reserve akan memulai kebijakan moneter yang lebih agresif untuk mengendalikan inflasi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para analis memperkirakan kerugian emas akan semakin dalam secara substansial jika harga menembus batas psikologis di bawah level 1.700 dolar AS.

Investor juga menahan diri dari melakukan perdagangan besar pada emas menjelang pertemuan Fed minggu depan, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

Sementara itu Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu (14/9/2022) bahwa indeks harga produsen (IHP), ukuran harga yang diterima di tingkat grosir, turun 0,1% pada Agustus setelah tergelincir 0,4% pada Juli, penurunan berturut-turut pertama dalam IHP sejak musim semi 2020.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 7,8 sen atau 0,4% menjadi US$ 19,569 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 21,70 atau 2,46% menjadi ditutup pada US$ 905,40 per ounce.


Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB