Emas Terkoreksi Menyusul Laporan Pekerjaan AS yang Kuat

- Pewarta

Sabtu, 6 Mei 2023 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas  Terkoreksi Menyusul Laporan Pekerjaan AS yang Kuat

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas terkoreksi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), namun masih bertahan di atas level psikologis U$ 2.000, menyusul laporan pekerjaan AS untuk April yang kuat, lebih tinggi dari perkiraan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 30,90 dolar AS atau 1,5% menjadi ditutup pada US$ 2.024,80 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 2.061,30 dan terendah di US$ 2.007,00.

Emas Comex untuk Juni mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 2.082,80 per ounce, dan emas berjangka berakhir 1,3% lebih tinggi untuk minggu ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Departemen Tenaga Kerja AS semalam melaporkan bahwa pemberi kerja AS menambahkan 253.000 pekerjaan pada April, kenaikan terbaik sejak Januari. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,4 persen pada April, setara dengan pembacaan terendah sejak 1969.

Pasar tenaga kerja yang masih ketat memicu keraguan baru atas jeda kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Namun demikian, alat Fedwatch CMEGroup menunjukkan bahwa ekspektasi suku bunga tetap sama, meskipun alat tersebut menunjukkan ada peluang 3,3% kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve berikutnya.

“Emas masih memiliki peluang bagus untuk kembali menguat”, kata Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA. Menurut dia, kekhawatiran perbankan tidak akan hilang dalam waktu dekat karena beberapa bank-bank regional tampak masih bermasalah – dan posisi emas sebagai tempat berlindung yang aman dari kekhawatiran semacam itu.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 29,70 sen atau 1,13%, menjadi ditutup pada US$ 25,93 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 18 atau 1,71% menjadi menetap pada US$ 1.068,30 per ounce.

 

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB