Emas Merosot Lagi, Dolar AS Menguat

- Pewarta

Sabtu, 19 November 2022 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Merosot Lagi, Dolar AS Menguat

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menyusul komentar hawkish pejabat Federal Reserve (Fed) yang mendorong prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, jatuh US$ 8,6 atau 0,49% menjadi US$ 1.754,40 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan di kisaran teratas level US$ 1.769,90 dan terendah US$ 1.750,50.

Untuk minggu ini kontrak paling aktif mencatat kerugian 0,9% setelah naik lebih dari 5% minggu lalu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dolar AS bergerak lebih tinggi pada Jumat karena pelaku pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata utama lainnya, naik 0,22% menjadi 106,9300.

Keuntungan awal pekan ini dengan cepat terpotong oleh penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah, setelah banyak pembicara Fed menyatakan bahwa sementara bank sentral akan menaikkan suku bunga pada kecepatan yang lebih lambat dalam beberapa bulan mendatang, itu jauh dari menghentikan kenaikan suku bunga.

Presiden The Fed St Louis James Bullard mengatakan bahwa suku bunga acuan kebijakan Fed mungkin perlu naik lebih jauh dari yang diantisipasi investor. Pernyataan ini menakuti pasar saham dan obligasi. Dia mengatakan bahwa minimal, suku bunga kebijakan Fed harus mencapai 5%.

Komentarnya muncul setelah data penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan minggu ini, menunjukkan bahwa inflasi kemungkinan akan tetap membandel dalam waktu dekat.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 2,2 sen atau 0,1% menjadi 20,997 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 7,20 atau 0,73% menjadi USS 984,30 per ounce.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB