MEDIA EMITEN – Harga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), mencatat penurunan untuk sesi kedua berturut-turut, tertekan oleh penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS ketika data ekonomi yang optimis mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun US$ 8,40 atau 0,43% menjadi ditutup pada US$ 1.944,20 per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh tertinggi sesi di US$ 1.954,50 dan terendah di US$ 1.940,00 per ounce.
Berbicara dalam sambutannya pada Rabu (6/9/2023) di New England Council, Presiden Federal Reserve Boston Susan Collins mengatakan Federal Reserve “berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan dengan hati-hati” dalam kenaikan suku bunga setelah salah satu siklus pengetatan paling agresif dalam beberapa dekade.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun The Fed “mungkin mendekati, atau bahkan pada, puncak” kenaikan suku bunga, “pengetatan lebih lanjut mungkin diperlukan” tergantung pada data, kata Collins. Dia memperkirakan suku bunga akan tetap pada tingkat yang restriktif untuk “beberapa waktu.”
Emas berada di bawah tekanan jual baru setelah data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan “meningkatkan ekspektasi terhadap suku bunga AS yang akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama,” Lukman Otunuga, manajer analisis pasar di FXTM, mengatakan kepada MarketWatch.
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, diperdagangkan setinggi 105,02, tertinggi dalam sekitar enam bulan. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun berada di 4,295%, naik dari 4,267% sehari sebelumnya.
Dolar yang lebih kuat dapat berdampak negatif terhadap komoditas, menjadikannya lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya, sementara suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Baca Juga:
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
NagaWorld Raih Sertifikasi Great Place To Work® 2026 dengan Skor Trust Index™ 97%
Sementara itu, data ekonomi yang dirilis pada Rabu (6/9/2023) beragam. Indeks manajer pembelian(PMI) jasa-jasa dari Institute for Supply Management tercatat 54,5 pada Agustus, meningkat 1,8 poin persentase dibandingkan dengan angka Juli sebesar 52,7%.
PMI jasa-jasa S&P Global AS berada di angka 50,5 pada Agustus, sedikit di bawah perkiraan 51,0.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 37,00 sen atau 1,55% menjadi US$ 23,503 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober anjlok US$ 18,20 dolar AS atau 1,95% menjadi US$ 915,30 per ounce.






