Emas Merangkak Naik Seiring Pelemahan Dolar AS

- Pewarta

Sabtu, 23 Juli 2022 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Merangkak Naik Seiring Pelemahan Dolar AS

Foto ilustrasi: Harga emas merosot tertekan penguatan dolar AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas terus merangkak naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut, karena dolar AS (greenback) melemah di tengah serangkaian data ekonomi yang suram.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, bertambah US$ 14 dolar AS atau 0,82%menjadi ditutup pada 1.727,40 dolar AS per ounce.

Emas terus merangkah naik, setelah mendekati level terendah 16-bulan di 1.680,96 dolar AS pada Kamis. Emas memecahkan lima penurunan mingguan berturut-turut dan naik 1,4% minggu ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan mingguan terjadi karena indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, mencapai level terendah lebih dari dua minggu di 105,98 pada Jumat (22/7/2022). Dolar, yang diperdagangkan berlawanan dengan emas, melonjak ke 109,14 minggu lalu ke level tertinggi sejak Desember 2002.

Greenback turun sejak awal minggu ini dan penurunannya dipercepat setelah Bank Sentral Eropa pada Kamis (21/7/2022) bergabung dengan banyak bank sentral lainnya dalam menaikkan suku bunga, dalam fokus memerangi inflasi yang tidak terkendali daripada mencegah penurunan ekonomi.

“Emas mulai bertindak seperti tempat berlindung yang aman karena melemahnya pertumbuhan ekonomi akan memaksa banyak bank sentral untuk meninggalkan rencana pengetatan agresif mereka,” kata Ed Moya, kepala penelitian AS di platform perdagangan daring OANDA.

Emas diperkirakan menemukan resistensi di level US$ 1.750 dolar, tetapi jika tidak, tidak banyak yang akan menghalangi sampai ke level US$ 1.800 per ounce.

Data ekonomi yang dirilis Jumat (22/7/2022) juga mendukung emas. Indeks manajer pembelian (PMI) sektor jasa-jasa S&P Global AS turun menjadi 47 pada Juli dari 52,7 pada Juni. PMI sektor manufaktur AS berada di 52,3 pada Juli, turun dari 52,7 pada Juni, menandakan perbaikan yang lemah dalam kondisi operasi di seluruh sektor manufaktur AS.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 10,2 sen atau 0,54% menjadi US$ 18,617 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 8,5 atau 0,99% menjadi US$ 867,2 per ounce.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

DBS Raih Gelar Bank Digital Terbaik di Dunia

Pers Rilis

DBS Raih Gelar Bank Digital Terbaik di Dunia

Selasa, 3 Nov 2026 - 02:00 WIB