MEDIA EMITEN – Harga emas melonjak menembus level psikologis US$ 1.800 per ounce pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 55,3 atau 3,14% menjadi US$ 1.815,20 per ounce, menetap di level tertinggi sejak 12 Agustus setelah mencapai tertinggi sesi di US$1.818,40 dan terendah di US$ 1.782,90.
Dolar AS juga merosot pada Kamis setelah ukuran inflasi pilihan Federal Reserve melambat pada Oktober. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 1,15% menjadi 104,7300.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data ekonomi yang dirilis Kamis beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS meningkat 0,3% pada Oktober. Tidak termasuk makanan dan energi, indeks naik 0,2%, sedikit di bawah perkiraan.
Institute for Supply Management mengatakan indeks aktivitas manufaktur AS turun menjadi 49,0 pada November dari 50,2 pada Oktober, pembacaan terendah sejak Mei 2020 dan pertama kali sejak indeks turun di bawah 50, ambang batas yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pengeluaran konstruksi AS turun 0,3% pada Oktober setelah naik 0,1% pada September.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 225.000 klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 26 November, turun 16.000 dari level revisi minggu sebelumnya.
Indeks manajer pembelian manufaktur S&P Global AS berada di 47,7 pada November, turun 2,7 poin indeks dari pembacaan Oktober. Angka tersebut menunjukkan penurunan paling tajam sejak Juni 2020.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik US$ 1,06 atau 4,87% menjadi US$ 22,841 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 15,60 atau 1,5% menjadi US$ 1.054,90 per ounce.






