Emas Makin Kinclong, Tembus US$ 1.900

- Pewarta

Jumat, 13 Januari 2023 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Makin Kinclong, Tembus US$ 1.900

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok

MEDIA EMITEN – Harga emas makin kinclong dan terus naik menembus level psikologis US$ 1.900per ounce pada perdagangan Jumat pagi 13 Januari 2023. Emas mendapat dukungan dari inflasi AS yang melambat pada Desember seperti yang diperkirakan, memberi ruang bagi Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga yang lebih kecil.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, semalam, bahwa indeks harga konsumen AS, ukuran biaya hidup AS, turun 0,1% pada Desember, sesuai dengan perkiraan. “Ini adalah kenaikan 12 bulan terkecil sejak periode yang berakhir Oktober 2021,” kata Departemen Tenaga Kerja dalam rilis berita.

Analis pasar mencatat penurunan tersebut mungkin mengindikasikan bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya. Untuk keputusan suku bunga berikutnya pada 1 Februari, para ekonom memperkirakan bank sentral mengumumkan kenaikan yang lebih kecil lagi sebesar 25 basis poin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbicara secara virtual dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Bankir Wisconsin pada Kamis (12/1/2023), Presiden Fed St. Louis, James Bullard mengatakan bank sentral AS harus menaikkan suku bunga di atas 5,0 persen secepatnya untuk memastikan tekanan harga ditundukkan.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun setelah data inflasi dirilis, memberikan dukungan terhadap emas.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (12/1/2023) bahwa klaim pengangguran awal AS turun 1.000 ke penyesuaian musiman 205.000 di pekan yang berakhir 7 Januari. Data yang lebih baik dari perkiraan membatasi kenaikan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 52,3 sen atau 2,23% menjadi US$ 24,004 per ounce. Platinum untuk pengiriman April tidak berubah dari sesi perdagangan sebelumnya, ditutup pada US$ 1.084,30 per ounce.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru