Emas Kembali Merosot, Tertekan Dolar AS Jelang FOMC

- Pewarta

Selasa, 25 Juli 2023 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Kembali Merosot, Tertekan Dolar AS Jelang FOMC

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok

MEDIA EMITEN – Harga emas berjangka kembali merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut dan menetap di level terendah dalam seminggu. Emas tertekan dolar AS yang lebih kuat menjelang keputusan kebijakan Fed minggu ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange turun US$ 4,40 atau 0,2% menjadi US$ 1.962,2 per ounce, penyelesaian kontrak paling aktif terendah sejak 17 Juli, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.969,80 per ounce.

Dolar AS menguat menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin yang mungkin menjadi terakhir dari siklus kenaikan suku bunga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,247% menjadi 101,330, sementara pasar berjangka memperkirakan suku bunga Fed akan naik menjadi 5,43% pada November dan tetap di atas 5% hingga Juni 2024.

Pasar secara luas terfokus pada keputusan Fed atas suku bunga, pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu 26 Juli 2023.

Tetapi investor juga bertaruh bahwa bank sentral akan mengumumkan jeda yang diperpanjang dalam kenaikan suku bunga di masa depan, mengingat bahwa Fed mendekati akhir dari siklus kenaikan suku bunga selama hampir 16 bulan.

Skenario seperti itu menjadi pertanda baik untuk emas, mengingat kenaikan suku bunga mendorong peluang kerugian investasi dalam emas. Tetapi apakah logam kuning akan dapat merebut kembali rekor tertinggi masih belum pasti, mengingat suku bunga AS juga diperkirakan akan tetap lebih tinggi lebih lama.

Ketidakpastian apakah Fed akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya juga tetap ada, mengingat inflasi AS masih cenderung di atas target tahunan bank sentral sebesar 2%.

Berita Terkait

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Berita Terbaru