MEDIA EMITEN – Emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kelima berturut-turut dan mencatat penurunan selama empat minggu beruntun. Investor bereaksi terhadap data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS yang lebih tinggi dari perkiraan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange turun US$ 9,7 atau 0,53% menjadi US$ 1.817,10per ounce. Untuk minggu ini, kontrak berjangka emas turun US$ 23,3 atau 1,8%.
Departemen Perdagangan AS melaporkan Jumat (24/2/2023) bahwa Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS tidak termasuk makanan dan energi yang disebut Indeks PCE inti naik 0,6% bulan ke bulan dan 4,7% tahun ke tahun pada Januari, lebih tinggi dari perkiraanmasing-masing di 0,5% dan 4,4%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve akan berlanjut, mendukung dolar AS menguat dan imbal hasil imbal hasil obligasi pemerintah AS naik.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Loretta Mester mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Jumat (24/2/2023) bahwa dia belum memutuskan apakah dia ingin bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan berikutnya pada Maret.
Departemen Perdagangan AS melaporkan Jumat (24/2/2023) bahwa penjualan rumah baru AS meningkat 7,2% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 670.000 unit pada Januari, level tertinggi sejak Maret 2022.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 49,60 sen atau 2,33% menjadUS$ 20,81 per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot US$ 37,60 atau 3,98% menjadiUS$ 907,9 per ounce.






