Emas Jatuh di Bawah Level Psikologis US$ 1.750

- Pewarta

Selasa, 22 November 2022 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Jatuh di Bawah Level Psikologis US$ 1.750

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga emas jatuh di bawah level psikologis US$ 1.750, tertekan penguatan greenback menyusul komentar hawkish pejabat Federal Reserve serta pembatasan baru COVID-19 di China. Penurunan ini merupakan hari kelima berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) berada di level US$ 1.739,60 per ounce, turun US$ 14,80 atau 0,84 % setelah diperdagangkan di kisaran teratas sesi US$ 1.755,00 dan terendah US$ 1.733,9 per ounce.

Dolar AS melonjak karena pelaku pasar menghindari mata uang berisiko, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya. Dolar AS naik 0,85% menjadi 107,8350.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidatonya di Orange County Business Council di California pada Senin (21/11/2022), Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan bahwa Federal Reserve memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait dengan kenaikan suku bunga.

Daly mengatakan tahap selanjutnya untuk Federal Reserve akan “dalam banyak hal lebih sulit,” dan bahwa “menyesuaikan terlalu sedikit akan membuat inflasi terlalu tinggi.”

Indeks Aktivitas Nasional Chicago Fed yang dirilis oleh Federal Reserve Chicago semalam turun menjadi minus 0,05 pada Oktober dari 0,17 pada September, menambah tanda-tanda melemahnya aktivitas di tengah inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga.

Investor selanjutnya menunggu risalah pertemuan Federal Reserve sebelumnya yang akan dirilis pada Kamis, dan kemungkinan akan memberikan lebih banyak wawasan tentang bagaimana bank sentral bermaksud melanjutkan kenaikan suku bunga.

Pembatasan baru COVID-19 di China juga telah memicu kekhawatiran atas prospek ekonomi global dan membuat pedagang menghindari mata uang berisiko, beralih ke mata uang safe-haven dolar, membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 12,5 sen atau 0,6% menjadi US$ 20,872 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 3,60 atau 0,37% menjadi US$ 987,90 per ounce.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Bisnis

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:02 WIB