Dolar Stabil Jelang Pertemuan Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS

- Pewarta

Selasa, 19 Maret 2019 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar Stabil Jelang Pertemuan Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS relatif stabil, hanya sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa pagi (19/3/2019)), menempel dekat level terendah dua minggu, karena kehati-hatian tentang ekonomi Amerika dan ekspektasi untuk Federal Reserve (Fed) yang akomodatif membuat greenback tenang.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap euro, yen, pound Inggris dan tiga mata uang lainnya, hampir datar pada Senin (18/3) di 96,555. Indeks mencapai level terendah dua minggu di 96,376 pada awal sesi.

Dolar AS telah melemah dalam beberapa sesi terakhir, karena investor memperkirakan The Fed akan mepertahankan nada dovish ketika bertemu pada Selasa (19/3) dan Rabu (20/3) minggu ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan overnight tidak berubah dan tetap pada janjinya tentang pendekatan “sabar” untuk kebijakan moneter. Data manufaktur lemah Amerika Serikat pada Jumat (15/3) membantu memperkuat ekspektasi tersebut.

“The Fed akan menjadi berita besar minggu ini, dan pasar mencari mereka untuk memperkuat garis dovish dan terus menekankan poin bahwa mereka ada di sini untuk mendukung pasar,” kata Kepala Global FX, Brad Bechtel di Jefferies, dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

Pedagang akan fokus pada apakah pembuat kebijakan akan cukup menurunkan perkiraan suku bunga mereka untuk lebih menyelaraskan pandangan tingkat individu mereka selama tiga tahun ke depan dengan janji kesabaran, kata para analis.

Investor juga akan mengawasi rincian-rincian setiap rencana apa pun oleh The Fed untuk berhenti mengambil alih kepemilikan hampir 3,8 triliun dolar AS dalam bentuk obligasi-obligasi.

“Dengan Fed diperkirakan akan mengurangi perkiraannya untuk kenaikan suku bunga di mendatang, para investor akan memperkirakan ini meningkatkan selera terhadap aset-aset berisiko akhir pekan ini,” kata Wakil Presiden Oanda, Dean Popplewell, yang juga analis pasar pada perusahaan perdagangan valuta asing itu.

Dolar AS menempel pada kisaran perdagangan ketat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya.

Sementara itu, rubel Rusia mencapai level tertinggi tujuh bulan, didukung oleh harga minyak yang lebih kuat dan minat terhadap obligasi negara.

Sterling turun di bawah 1,32 dolar AS, setelah ketua parlemen Inggris mengatakan kesepakatan Brexit dengan Perdana Menteri Theresa May tidak dapat dipilih lagi kecuali ada proposal lain yang diajukan.

“Perkembangan hari ini tidak mengubah pandangan kami bahwa ketidakpastian akan terus mendominasi selama dua minggu ke depan. Kami tidak akan menyarankan menambah posisi jangka panjang sterling mengingat beberapa skenario dalam permainan,” kata Kepala Kantor UBS Wealth Management, Geoffrey Yu di London, Inggris.

“Namun, ‘tidak ada kesepakatan’ Brexit masih bukan kasus dasar kami, dan pasar tampaknya setuju tidak ada kesepakatan yang hanya terbatas pada risiko tambahan pada aset atau portofolio, yang menjelaskan mengapa pound tidak bereaksi lebih buruk,” katanya. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru