Dolar AS Menguat, Investor Menunggu Pidato Kenegaraan Trump

- Pewarta

Rabu, 6 Februari 2019 - 04:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Menguat, Investor Menunggu Pidato Kenegaraan Trump

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu pagi (6/2/2019), ketika para investor menunggu pidato kenegaraan Presiden Donald Trump untuk kemungkinan pembaruan tentang perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Pemulihan berkelanjutan dalam selera investor terhadap risiko telah memberikan tekanan terhadap mata uang safe-haven, menyeret franc Swiss lebih rendah, sementara dolar Australia naik setelah bank sentral negara itu memperingatkan risiko-risiko terhadap pertumbuhan dan menjauhi sinyal pelonggaran kebijakan eksplisit.

Ahli Strategi Valas di Credit Agricole, Eric Viloria mengatakan dengan bank-bank sentral di seluruh dunia dalam pola holding dan sejumlah ketidakpastian pada perdagangan dan faktor-faktor lain, perdagangan di pasar mata uang sebagian besar bergerak dalam kisaran yang relatif ketat .

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kisaran ini dapat berlangsung selama beberapa waktu sampai ada tindakan bank sentral yang lebih menentukan atau resolusi untuk beberapa dinamika politik, apakah itu negosiasi perdagangan atau sebaliknya,” katanya.

Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga di mana mereka berada sampai prospek ekonomi AS lebih jelas, Presiden Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan pada Selasa (5/2), proses yang menurut pendapatnya bisa memakan waktu beberapa bulan lagi.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback versus euro, yen, pound Inggris dan tiga mata uang utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 96,064. Indeks, yang mencapai tertinggi lebih dari satu minggu di 96,12 di awal sesi, sedikit berubah untuk tahun ini.

Euro diperdagangkan 0,2 lebih rendah terhadap dolar, setelah survei menunjukkan pada Selasa (5/2) bahwa bisnis zona euro berkembang pada tingkat terlemah mereka sejak pertengahan 2013 pada awal tahun ini.

Investor mengalihkan perhatian mereka ke pidato kenegaraan Donald Trump yang akan berlangsung pada pukul 21.00 waktu setempat (02.00 GMT), yang bisa mengisyaratkan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China.

“Fokus pasar cenderung pada indikasi apa pun tentang bagaimana negosiasi perdagangan China-AS berlangsung, segala sesuatu yang positif tentang berita perdagangan akan memberikan dukungan bagi greenback,” kata Kepala Strategi Mata Uang di Oanda, Dean Popplewell, dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

Pemulihan berkelanjutan dalam selera risiko investor telah menekan mata uang safe-haven dan franc Swiss, yang cenderung terapresiasi selama serangan ketidakpastian ekonomi, merosot ke tingkat terendah 11 minggu terhadap dolar.

Dolar Australia naik tajam, membalikkan kerugian sebelumnya, setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga pada rekor terendah pada pertemuan pertamanya tahun ini, tetapi terdengar kurang dovish dari yang diharapkan.

Pound Inggris merosot ke posisi terendah dua minggu setelah data survei lemah dan ketidakpastian tentang pembicaraan Brexit mendorongnya di bawah level pasar utama, memaksa beberapa investor besar untuk mengurangi beberapa taruhan.

Dolar Kanada tergelincir terhadap mitra AS, karena harga minyak sedikit lebih rendah. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Pers Rilis

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Rabu, 23 Sep 2026 - 13:16 WIB