Dolar AS Melemah di Tengah Berita Perang Dagang yang Beragam

- Pewarta

Selasa, 12 November 2019 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Melemah di Tengah Berita Perang Dagang yang Beragam

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang lainnya pada akhir perdagangan Selasa pagi (12/11/2019), setelah Presiden Donald Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa pembicaraan perdagangan dengan China berjalan “sangat baik,” tetapi bahwa Amerika Serikat (AS) hanya akan membuat kesepakatan dengan Beijing jika itu tepat untuk Amerika.

Trump pada Sabtu (9/11/2019) mengatakan kepada wartawan di Pangkalan Bersama Andrews bahwa perundingan telah bergerak lebih lambat dari yang dia inginkan, tetapi China menginginkan kesepakatan lebih dari yang dia lakukan.

Presiden juga mengatakan bahwa ada pelaporan yang salah tentang kesediaan AS untuk mencabut tarif barang-barang China. Pejabat dari China dan AS pekan lalu mengatakan kedua negara telah sepakat untuk menurunkan tarif yang sudah ada dalam kesepakatan perdagangan “fase satu”.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks dolar AS turun 0,18 persen terakhir pada 98,176. Terhadap euro, dolar AS melemah 0,14 persen menjadi 1,103 dolar AS.

Berita utama perang dagang yang beragam telah membuat investor frustrasi dan bingung, kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA Corp. “Kami berayun dari optimisme ke pesimisme setiap hari dan tidak pernah merasa lebih bijaksana.”

“Kali ini giliran Trump ‘menuangkan air dingin’ (membuat sesuatu kurang menarik) tentang pernyataannya bahwa tidak hanya kesepakatan sebentar lagi, tetapi ia datang dengan ‘ceri di atasnya’ (sesuatu yang kecil tapi istimewa) yaitu penghapusan tarif. Sulit untuk mengatakan siapa yang akan mengalami kerugian lebih banyak dari kesepakatan ini yang berantakan, tetapi berdesak-desakan di menit terakhir ini tidak menginspirasi kepercayaan,” kata Erlam.

Meskipun dolar AS sering beroperasi sebagai aset safe haven di saat-saat ketidakpastian politik dan ekonomi, dolar AS melemah pada Senin terhadap yen Jepang dan franc Swiss, mata uang safe havens tradisional lainnya.

Dolar melemah 0,27 persen terhadap mata uang Jepang, pembelian terakhir 108,98 yen, dan 0,36 persen lebih lemah terhadap franc, pada 0,994 per dolar AS. Mata uang safe haven itu disukai karena para pelaku pasar bereaksi terhadap respons kekerasan terhadap protes di Hong Kong, di mana polisi menembakkan peluru tajam ke arah para pengunjuk rasa, dengan televisi kabel dan media lainnya melaporkan setidaknya satu orang terluka.

Yuan China melemah 0,36 persen menjadi 7,011 per dolar AS dalam perdagangan di luar negeri.

Data ekonomi yang mengecewakan juga menekan sentimen terhadap yuan, karena harga-harga produsen China turun terbesar dalam lebih dari tiga tahun pada Oktober, data Biro Statistik Nasional menunjukkan pada Sabtu (9/11/2019), sementara harga-harga konsumen negara itu naik pada laju tercepat mereka dalam hampir delapan tahun.

Pound Inggris naik 0,84 persen pada 1,288 dolar AS meskipun ada peringatan yang dikeluarkan oleh Moody’s Investors Service pada Jumat (8/11/2019) bahwa lembaga pemeringkat itu mungkin akan kembali memangkas peringkat utang Inggris. (pep)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Pers Rilis

CATL Mulai Uji Coba Produksi Sel Baterai di Hungaria

Rabu, 23 Sep 2026 - 13:16 WIB