Dolar AS Jatuh Tertekan Data Ekonomi yang Lemah

- Pewarta

Jumat, 4 Oktober 2019 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Jatuh Tertekan Data Ekonomi yang Lemah

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS jatuh terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB (4/10/2019)), tertekan oleh serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang lemah.

Lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada Kamis (3/10/2019) bahwa sektor jasa-jasa Amerika Serikat jatuh pada bulan lalu ke level terendah sejak Agustus 2016.

Indeks non-manufaktur (sektor jasa-jasa) tercatat 52,6 persen, merosot 3,8 poin persentase dari indeks yang sama pada Agustus sebesar 56,4 persen, menurut laporan ISM. Angka itu juga lebih rendah dari perkiraan pembacaan 55,3 dari para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan tersebut menyusul data dari ISM pada Selasa (1/10/2019) yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di sektor manufaktur Amerika Serikat mengalami kontraksi pada September.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor manufaktur Amerika Serikat tercatat 47,8 persen pada September, terendah sejak Juni 2009, menandai kontraksi bulan kedua berturut-turut, menurut laporan itu.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,17 persen menjadi 98,8619 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0974 dolar AS dari 1,0958 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2353 dolar AS dari 1,2305 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6743 dolar AS dari 0,6705 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,89 yen Jepang, lebih rendah dari 107,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9986 franc Swiss dari 0,9976 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3328 dolar Kanada dari 1,3315 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru