Dolar AS Cenderung Datar di Tengah Sejumlah Data Ekonomi Terbaru

- Pewarta

Jumat, 12 Juli 2019 - 03:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Cenderung Datar di Tengah Sejumlah Data Ekonomi Terbaru

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS cenderung datar terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat pagi (11/7/2019), karena para pelaku pasar mempelajari sejumlah data ekonomi utama terbaru.

Dalam minggu yang berakhir 6 Juli, klaim data pengangguran awal Amerika Serikat untuk mengukur angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tercatat 209.000. Turun 13.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, ungkap Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis (11/7/2019).

Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim baru mingguan akan mencapai total 221.000 yang disesuaikan secara musiman.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,1 persen pada Juni, kenaikan yang sama dengan Mei, kata Biro Statistik Tenaga Kerja.

Sementara itu, apa yang disebut IHK inti, ukuran inflasi lain yang menghilangkan makanan dan energi, naik 0,3 persen pada Juni, menurut biro stratistik tersebut.

“Meskipun masih rendah, inflasi IHK naik sedikit lebih besar dari yang diperkirakan pada Juni,” kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan pada Kamis (11/7/2019). Ditambahkan bahwa “tidak ada alasan untuk berpikir mereka akan bertahan.”

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,05 persen menjadi 97,0534 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,1258 dolar AS dari 1,1253 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2525 dolar AS dari 1,2507 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6975 dolar AS dari 0,6961 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,45 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,42 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9900 franc Swiss dari 0,9893 franc Swiss, dan tidak berubah mendekati 1,3070 dolar Kanada dari 1,3070 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru