Bursa Wall Street Turun, Investor Tunggu Kemajuan Perdagangan AS-China

- Pewarta

Jumat, 22 November 2019 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Wall Street Turun, Investor Tunggu Kemajuan Perdagangan AS-China

Mediaemiten.com, New York – Indeks-indeks utama di bursa Wall Street bergerak sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat pagi (22/11/2019), karena investor menahan diri di tengah pesan beragam dan tidak ada tanda-tanda kemajuan nyata pada hubungan Amerika Serikat (AS) dan China.

Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui dua RUU untuk mendukung para pengunjuk rasa di Hong Kong dan mengirim peringatan ke China tentang hak asasi manusia, suatu tindakan yang membuat Beijing marah.

Tetapi China masih mengundang perunding perdagangan utama AS untuk putaran baru pembicaraan tatap muka di Beijing, Wall Street Journal melaporkan, mengutip sumber yang tidak dikenal.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini adalah hari setelah saham-saham terjual karena laporan bahwa kesepakatan fase satu AS-China tidak mungkin terjadi tahun ini. Akibatnya, investor waspada untuk menempatkan taruhan lebih lanjut pada kesepakatan perdagangan dan mengingat bahwa saham masih mendekati rekor tertinggi.

“Inti dari optimisme ini adalah prospek perjanjian perdagangan fase satu. Investor menunggu apakah ini terjadi tahun ini atau tidak,” kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall di New York.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,80 poin atau 0,20 persen, menjadi ditutup di 27.766,29 poin. Indeks S&P 500 turun 4,92 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 3.103,54 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 20,52 poin atau 0,24 persen, menjadi 8.506,21 poin.

Sementara jumlah orang Amerika yang mencari tunjangan pengangguran secara tak terduga tidak berubah pada level tertinggi lima bulan minggu lalu, menunjukkan beberapa pelemahan pasar tenaga kerja.

Penjualan rumah AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Oktober dan harga rumah naik pada laju tercepat dalam lebih dari dua tahun, di tengah lebih rendahnya suku bunga KPR dan kekurangan pasokan.

Kepala Investasi Cresset Capital Management, Jack Ablin, di Chicago, mengatakan tidak ada cukup kejutan dalam data untuk menghasilkan pergerakan pasar yang menentukan.

“Ini adalah pasar mencari katalisator,” katanya.

Tiga dari 11 sektor industri utama S&P 500 naik, dengan energi menunjukkan kenaikan terbesar pada 1,6 persen karena harga minyak naik dengan harapan bahwa OPEC dan sekutunya kemungkinan akan memperpanjang penurunan produksi hingga pertengahan 2020.

Sektor real estate menunjukkan penurunan terbesar pada 1,4 persen, sedangkan teknologi menjadi hambatan terbesar pada indeks acuan dengan penurunan 0,5 persen.

Di bursa Amerika Serikat 6,83 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 7,05 miliar dalam 20 sesi perdagangan terakhir. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru