Bursa Wall Street Bervariasi Dipicu Harapan Perdagangan dan Kekhawatiran Penutupan Pemerintah

- Pewarta

Selasa, 12 Februari 2019 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Wall Street Bervariasi Dipicu Harapan Perdagangan dan Kekhawatiran Penutupan Pemerintah

Mediaemiten.com, New York – Harga saham di bursa Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa pagi (12/2/2019), karena sentimen pasar beragam akibat peningkatan harapan terhadap perdagangan global dan kekhawatiran atas pembicaraan bipartisan untuk mencegah penutupan pemerintah AS lagi.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 53,22 poin atau 0,21 persen, menjadi berakhir di 25.053,11 poin. Indeks S&P 500 bertambah 1,92 poin atau 0,07 persen, menjadi ditutup di 2.709,80 poin.

Indeks Komposit Nasdaq naik 9,71 poin atau 0,13 persen, menjadi berakhir di 7.307,90 poin, dikutip dari Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham produsen pesawat AS, Boeing, terus meningkat sepanjang hari, di tengah meningkatnya harapan pada perbaikan lingkungan perdagangan global secara keseluruhan.

Delapan dari 11 sektor utama S&P memperpanjang kenaikan setelah penutupan pasar, dengan sektor industri naik 0,55 persen setelah bel penutupan, memimpin para peraih keuntungan.

Namun, saham Apple turun hampir satu persen pada sekitar bel penutupan, setelah pengiriman iPhone merosot 19,9 persen selama kuartal keempat di China, menurut sebuah penelitian oleh perusahaan riset pasar AS, International Data Corporation, pada Senin (11/2).

Lebih dari selusin saham-saham unggulan (blue chips) di Dow memperpanjang kerugian pada Senin (11/2), menenggelamkan indeks Dow komposit ke dalam wilayah merah.

Di antara mereka, saham Walt Disney dan UnitedHealth Group, yang masing-masing merosot hampir 1,9 persen dan lebih dari 1,8 persen, memimpin penurunan.

Para investor mengamati dengan cermat pertemuan bipartisan pada Senin (11/2) sore di antara anggota parlemen utama AS, untuk mencari petunjuk tentang arah pergerakan ekonomi AS.

Langkah ini dimaksudkan untuk menghindari penutupan sebagian pemerintah pada tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada 15 Februari.

Pertemuan itu dijadwalkan setelah pembicaraan tentang pendanaan keamanan perbatasan gagal antara Demokrat dan Republik pada Minggu (10/2), karena perbedaan pada aturan pelaksanaan imigrasi. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru