Bursa Australia Dibuka Melemah, Investor Tingkatkan Obligasi

- Pewarta

Senin, 11 Maret 2019 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Australia Dibuka Melemah, Investor Tingkatkan Obligasi

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia dibuka lebih rendah pada Senin pagi (11/3/2019), karena penurunan sektor energi sebesar dua persen membebani perdagangan awal dan investor pun lari ke tempat aman, antara lain meningkatkan pembelian obligasi.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, Indeks Acuan S&P/ASX 200 turun 11,00 poin atau 0,18 persen menjadi diperdagangkan di 6.192.80 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 12,00 poin atau 0,19 persen pada 6.275,10 poin.

Awal yang lesu minggu ini menyusul goncangan pasar pada Jumat (8/3/2019), yang diciptakan oleh data ekonomi lebih lemah dari yang diperkirakan dari Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Investor melarikan diri ke tempat yang aman, meningkatkan obligasi, emas dan dolar AS serta yen Jepang, yang kontras saham, minyak mentah dan logam industri jatuh,” kata Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Secara lokal, saham-saham energi sangat membebani, sementara sebagian besar sektor lain juga jatuh, meskipun lebih moderat.

Namun saham-saham jasa kesehatan dan utilitas menguat, memberikan dukungan terhadap pasar.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia sebagian besar lebih rendah, dengan Commonwealth Bank turun 0,04 persen, ANZ turun 0,18 persen dan National Australia Bank turun 0,04 persen, namun Westpac Bank naik 0,30 persen.

Saham-saham pertambangan beragam, dengan BHP turun 0,68 persen, Rio Tinto naik 0,14 persen, Fortescue Metal turun 0,62 persen dan Newcrest naik 3,20 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas merosot, dengan Oil Search turun 1,86 persen, Santos turun 1,87 persen, dan Woodside Petroleum turun 2,35 persen.

Jaringan supermarket terbesar Australia melemah, dengan Coles turun 0,79 persen, dan Woolworths turun 0,20 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,16 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas kehilangan 1,24 persen dan perusahaan biomedis CSL terangkat 0,32 persen. Demikian laporan yang dikutip Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru