MEDIA EMITEN – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2022 sebesar 3,55% (yoy), tertinggi sejak Desember 2017 sebesar 3,61% (yoy). Namun secara bulanan (month to month/mtm), inflasi Mei sebesr 0,4%.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, inflasi bulanan sebesar 0,4% disebabkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 109,98 pada April menjadi 110,42.
“Pada Mei 2022 ini terjadi inflasi sebesar 0,4% atau terjadi peningkatan IHK dari 109,98 pada April menjadi 110,42,” kata dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 2 Juni 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan penyumbang inflasi pada Mei yang sebesar 0,4% (mtm) ini utamanya berasal dari tarif angkutan udara, telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah.
Sementara itu, inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 2,56% dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Mei 2022 terhadap Mei 2021 sebesar 3,55%.
Margo melanjutkan jika inflasi dilihat berdasarkan komponen andil terbesar adalah dari harga bergejolak sebesar 0,16% akibat komoditas telur ayan ras, bawang merah dan daging sapi.
Penyumbang kedua adalah komponen inti dengan andil 0,15% dengan komoditas dominan pendorong inflasi pada komponen inti adalah ikan segar, nasi dengan lauk dan roti manis.
Ketiga adalah komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,09%disebabkan karena kenaikan tarif angkutan udara.
Komponen harga diatur pemerintah ini terjadi tren peningkatan karena pemerintah mengizinkan maskapai penerbangan melalukan penyesuaian biaya produksi untuk angkutan penumpang dalam negeri.
Selain itu beberapa waktu lalu juga terdapat kebijakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax sehingga turut menyebabkan kenaikan pada komponen harga yang diatur pemerintah.





