BP2MI Diminta Serius Perangi Sindikat Pengiriman PMI Ilegal

- Pewarta

Kamis, 16 Juli 2020 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BP2MI Diminta Serius Perangi Sindikat Pengiriman PMI Ilegal

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani meminta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) serius memerangi sindikat pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal. Menurutnya, pengiriman PMI ilegal atau non prosedural merupakan permasalahan yang ada sejak dahulu dan perlu ditangani serius, karena berkaitan dengan sindikat perdagangan orang.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Pelindungan WNI dan Kinerja Perwakilan di Luar Negeri terkait Pandemi Covid-19 Komisi I DPR RI dengan  Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM dan Kepala BP2MI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

“Saya menyambut baik rencana BP2MI membentuk Satgas Sindikasi Perlindungan PMI Non Prosedural pada bulan Agustus 2020, namun (kami) ingin memastikan hal ini betul-betul diseriusi. Harus jelas pihak siapa saja yang akan terlibat dan yang terpenting bagaimana strategi BP2MI memerangi sindikat ini. Jangan sampai selesai membentuk Satgas tetapi kasus-kasus tetap marak terjadi,” ujar Christina.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Christina juga mengapresiasi rencana BP2MI membebaskan pekerja migran dari biaya penempatan di luar negeri. Kendati demikian, ia ingin memastikan program tersebut bisa berjalan dan berkelanjutan. “Darimana anggaran pembiayaannya dan bagaimana memastikan perusahaan penyalur di luar negeri tidak membebankan biaya penempatan kepada PMI? Pemotongan gaji oleh penyalur di luar negeri (overcharging) kerap terjadi dan menjadi permasalahan tersendiri seperti banyak terjadi di Hong Kong,” tanyanya.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti praktek-praktek eksploitasi dan diskriminasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di negara lain. Dia  mendorong agar Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penempatan dan Pelindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan Migran segera diselesaikan. 

Sejak Mei 2020, BP2MI telah melakukan rapat intensif dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk membahas peraturan tersebut yang merupakan amanat dari Pasal 64 Undang-Undang Pelindungan PMI.

“Saya berharap peraturan ini bisa segera selesai dan diberlakukan guna memberikan kerangka pelindungan mumpuni bagi ABK Indonesia. Praktek-praktek eksploitasi tidak berperikemanusiaan dan diskriminasi terhadap ABK kita di luar negeri harus segera diakhiri!” tegas politisi dapil DKI Jakarta II ini. (dpr)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Pers Rilis

Huawei Luncurkan Solusi O&M untuk Berbagai Industri

Minggu, 1 Nov 2026 - 04:56 WIB