Analis : Rupiah Bakal Melemah Terbatas Dipengaruhi Sentimen Brexit dan China

- Pewarta

Kamis, 17 Januari 2019 - 04:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis : Rupiah Bakal Melemah Terbatas Dipengaruhi Sentimen Brexit dan China

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (17/1/2019) bergerak melemah sebesar 42 poin ke posisi Rp14.170 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp14.128 per dolar AS dan cenderung melemah terbatas akibat sentimen global seperti Brexit dan perlambatan ekonomi China, kata analis pasar uang.

Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Kamis (17/1/2019), mengatakan, terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS banyak dipengaruhi sentimen global.

“Rupiah kemungkinan melemah karena lebih banyak faktor global yang dominan seperti Brexit, China slow down,” ujar Rully kepada.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekalahan Theresa May pada pemungutan suara di hadapan Parlemen Inggris yang menolak draf Brexit dengan perbedaan jumlah suara sebanyak 230 suara, ditambah lagi dengan tuntutan pimpinan partai oposisi yang menginginkan voting atas ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan May.

Sementara itu, data ekspor China turun paling banyak dalam dua tahun terakhir pada Desember 2018 lalu, sedangkan impor China mengalami kontraksi.

Rully memperkirakan nilai tukar Rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.090 per dolar AS hingga Rp14.170 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta juga mengungkapkan hal senada, faktor Brexit memang memengaruhi pergerakan rupiah yang melemah pagi ini.

“Terkoreksinya rupiah lebih karena sentimen eksternal yaitu Brexit. Tapi walaupun terkoreksi, rupiah cenderung akan relatif stabil di kisaran Rp14.100,” ujar Nafan.

Dari domestik, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate di level 6 persen seiring dengan pernyataan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang cenderung dovish.

Ia memprediksi rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp14.060 per dolar AS hingga Rp14.225 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru