MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ditutup menguat 0,16%, seiring dengan kenaikan mayoritas bursa saham kawasan Asia.
Pada Jumat 4 November 2022, IHSG berhasil ditutup di atas level psikologis 7.000, meski sempat tertekan. Akhir perdagangan IHSG menguat 10,95 poin atau 0,16% ke posisi 7.045,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,68 poin atau 0,47% ke posisi 1.005,98.
Fokus pasar pada sentimen ketidakpastian global menyusul sikap hawkish The Fed dan terus menguatnya dolar AS sehingga melemahkan mata uang di berbegai negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menembus level psikologis Rp 15.700. pada Jumat 4 November 2022 yang tercatat Rp 15.736 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.681 per dolar AS.
Dolar AS menguat khususnya setelah The Fed memberi sinyal suku bunga akan mencapai level puncaknya di atas yang diperkirakan investor saat ini. Pelaku pasar akan mencari petunjuk dari data tenaga kerja AS untuk indikator kebijakan The Fed pada masa depan.
Dari kawasan Asia, investor juga menantikan pertemuan petinggi China di mana kepemimpinan yang baru akan menjabarkan kebijakan ekonomi masa depan negara itu.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam 0,79%, diikuti sektor keuangan dan sektor teknologi masing-masing turun 0,76% dan 0,41%.
Baca Juga:
JULIEN’S AUCTIONS MENGUMUMKAN “KAIJU KING: KOLEKSI WARISAN SOMPOTE SANDS”
Pertukaran Budaya Guangfu Hadirkan Beragam Pertunjukan di Indonesia
Huawei Raih Gelar “Leader” dalam Gartner® Magic Quadrant™ for Enterprise Storage Platforms 2026
Sedangkan tiga sektor meningkat dengan sektor barang baku naik paling tinggi 1,66%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer masing-masing naik 1,2% dan 0,11%.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PBRX, PICO, KRYA, MPPA, dan PANI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PNIN, PNLF, GDST, TBIG, dan PNBS.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing (net foreign sell) di seluruh pasar sebesar Rp 186,22 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp 190,94 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.163.322 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20 miliar lembar saham senilai Rp12,14 triliun. Sebanyak 211 saham naik, 315 saham menurun, dan 167 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 463,65 atau 1,68% ke 27.199,74 Indeks Hang Seng menguat 821,65 atau 5,36% ke 16.161,14, Indeks Shanghai meningkat 72,99 poin atau 2,43% ke 3.070,8, dan Indeks Straits Times naik 27,6 poin atau 0,89% ke 3.130,11.







