Dolar AS Menguat, Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi Eropa Meningkat

- Pewarta

Jumat, 8 Februari 2019 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dolar AS Menguat, Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi Eropa Meningkat

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap euro pada akhir perdagangan Jumat pagi (8/2/2019), di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan yang memburuk untuk kawasan zona euro, tetapi melemah terhadap safe-haven yen karena kekhawatiran baru atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Komisi Eropa memangkas dengan tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini dan berikutnya, karena pihaknya memperkirakan negara-negara terbesar blok tersebut akan tertahan oleh ketegangan perdagangan global dan tantangan-tantangan domestik.

Euro 0,11 persen lebih rendah terhadap greenback, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut. Euro juga turun di awal sesi setelah produksi industri Jerman secara tak terduga jatuh pada Desember.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan perdagangan global dan meningkatnya utang publik mempercepat perlambatan di negara-negara terbesar di blok itu, mempersulit rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga tahun ini dan melemahkan mata uang tunggal.

“Laporan ini pada dasarnya hanya menguraikan apa yang sekarang diketahui oleh semua orang, bahwa ada perlambatan yang nyata,” kata Analis Mata Uang Senior OANDA , Alfonso Esparza, di Toronto seperti dikutip Reuters.

“Semuanya menjadi semacam penggabungan dalam narasi ini bahwa bank sentral mungkin tidak akan melakukan apa pun untuk sisa tahun ini,” katanya.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback versus euro, yen, pound Inggris dan tiga mata uang utama lainnya, naik 0,12 persen menjadi 96,505, kenaikan untuk sesi keenam berturut-turut.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran turun dari mendekati tertinggi satu setengan tahun pekan lalu, menunjuk pada kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan yang akan terus menopang ekonomi AS.

Kenaikan dolar AS baru-baru ini terjadi, meskipun Federal Reserve (Fed) berubah menjadi dovish tentang suku bunga pada minggu lalu.

Greenback sedikit melemah di tengah berita Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak mungkin bertemu sebelum tenggat waktu 1 Maret yang ditetapkan oleh pemerintah mereka untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Terhadap yen, yang cenderung menguntungkan selama tekanan geopolitik atau finansial karena Jepang adalah negara kreditor terbesar di dunia, greenback turun 0,11 persen.

Dolar Australia stabil pada Kamis (7/2), sehari setelah bank sentral Australia mengisyaratkan perubahan dari bias pengetatan yang telah berlangsung lama dan mengirim Aussie turun 1,8 persen.

Sterling naik 0,19 persen dalam sesi perdagangan yang volatil.

Pound turun tajam setelah bank sentral Inggris, Bank of England, mengatakan Inggris menghadapi pertumbuhan ekonomi terlemahnya dalam satu dekade karena ketidakpastian tentang Brexit, tetapi pulih dengan harapan bahwa Inggris akan membuat beberapa kemajuan dalam beberapa hari mendatang dalam negosiasi tentang kepergiannya dari Uni Eropa.

Dolar Kanada melemah ke angka terendah dalam hampir dua minggu terhadap greenback, di tengah kekhawatiran perlambatan global dan menjelang data pekerjaan domestik pada Jumat waktu setempat. (pep)

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Berita Terbaru